Share

AMPG Nilai Spekulasi Ray Rangkuti soal Capres Golkar Tak Berdasarkan Fakta

Tim Okezone, Okezone · Senin 24 Januari 2022 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 337 2536832 ampg-nilai-spekulasi-ray-rangkuti-soal-capres-golkar-tak-berdasarkan-fakta-sN8WmRhPRg.jfif Ketua AMPG Ilham Permana. (Foto : Ist)

JAKARTA – Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Ilham Permana mengungkapkan, pihak luar boleh saja menganalisis tentang Golkar. Namun, analisis tersebut hendaknya didasari fakta.

“Selain itu, yang paling tahu Partai Golkar tentu hanya orang-orang yang ada di Golkar. Faktanya, hingga saat ini kalangan internal Partai Golkar masih bersuara bulat untuk memajukan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden di Pilpres 2024,” kata Ilham, Senin (24/1/2022).

Ilham mengkritisi spekulasi Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, yang pada Jumat (21/1/2022) menyebut, kehadiran Anies Baswedan kediaman Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid, sebagai tanda dukungan Golkar untuk Anies. Ray juga menyebut, elektabilitas Airlangga yang masih sangat rendah tidak realistis untuk maju di Pilpres 2024.

Ilham mengingatkan, Anies hadir sebagai pribadi dalam acara keluarga Nurdin Halid, yang bukan acara partai. “Acara mappaci adalah acara pribadi, acara keluarga, sama sekali tidak ada hubungannya dengan aktivitas politik. Acara tersebut juga bukan merupakan ajang Golkar untuk mendukung Anies maju di Pilpres 2024 seperti disampaikan pengamat politik Ray Rangkuti,” ujar Ilham.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu juga menyebut, pilihan untuk mencapreskan Airlangga tak lepas dari kinerjanya sebagai Menko Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Golkar yakin pilihan terhadap Airlangga tidak salah. Sebab, dari waktu ke waktu suara Partai Golkar maupun Airlangga terus meningkat.

“Padahal, kami belum secara resmi melakukan deklarasi Airlangga. Mesin partai juga belum benar-benar digerakkan,” kata Wakil Ketua Umum Wushu tersebut.

Baca Juga : Ketum Golkar Airlangga Hartarto Minta Seluruh Kader Berjuang Demi Rakyat

Selanjutnya Ilham menambahkan, pandangan Ray untuk yang berspekulasi bahwa Anies akan dimajukan dalam pencapresan 2024 bertentangan dengan penilaiannya tentang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut.

Komentar senada dilontarkan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Nofel Saleh Hilabi Dia mengkritik keras pernyataan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti yang menyebut elektabilitas Airlangga Hartarto masih sangat rendah tidak realistis untuk maju di Pilpres 2024.

“Partai Golkar dari pengurus pusat, daerah serta kader Partai Golkar sangat solid mendukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024,” ujarnya.

Nofel menambahkan, pihaknya akan all-out dan menjadi garda terdepan untuk memenangkan Airlangga Hartarto sebagai presiden di 2024. Nofel juga telah menurunkan timnya di seluruh Kota Bekasi untuk menaikan tingkat elektabilitas dan popularitas Airlangga.

“Bagi kami, siapa pun cawapresnya, Presidennya Airlangga Hartarto harga mati. Kami akan memenangkan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024,” ujarnya.

Nofel mengutip temuan survei Warna Research Center (WRC) yang menyebut Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, menjadi partai yang tertinggi paling disukai oleh masyarakat.

"Sudah jelas hasil survei menyebut, 67,3% merasa suka dan dekat kepada partai Golkar dikarenakan kader kader Golkar sangat membawa kesejukan di masyarakat dan sangat terkenal sebagai partai yang punya pengalaman dalam pemerintahan," ujarnya.

“Pak Airlangga sampai saat ini trennya terus meningkat. Artinya ada ruang yang luas bagi Airlangga untuk meningkatkan akselerasi popularitas kepada pemilih. Seperti di Kota Bekasi, di mana rata-rata kaum milenial di sana tertarik dengan figur Pak Airlangga. Hal ini Saya rasakan saat saya turun ke bawah,” tambahnya.

Oleh karena itu, dia meminta Ray Rangkuti untuk tidak sembarangan berbicara tanpa metode dan riset yang jelas.

“Anda (Ray Rangkuti) jadi pengamat haruslah didasarkan analisa berbasis data, dengan riset, bukan berspekulasi berdasarkan undangan akad nikah," tutur Nofel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini