Share

JIS: Role Model Pembangunan Infrakstruktur di Indonesia

Opini, Okezone · Senin 24 Januari 2022 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 337 2536663 jis-role-model-pembangunan-infrakstruktur-di-indonesia-hbQk3ItYSF.jpg Qusyaini Hasan. (Foto: Dok Pribadi)

JAKARTA International Stadium atau JIS tengah menjadi perbincangan publik. Inilah stadion yang dinanti-nantikan sekaligus akan menjadi kebanggaan tak hanya bagi seluruh warga Jakarta, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

JIS dibangun dengan semangat "Stadion Kita". Dengan demikian, seluruh klub sepak bola yang bermarkas di Jakarta dan luar Jakarta dapat menggunakan JIS sebagai home base. Inklusivitas JIS sebagai stadion milik kita dapat termanifestasi.

Konsep ini memacu masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam merawat stadion ini. Caranya dengan enggandeng para komunitas bola maupun komunitas lainnya melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara fisik/offline ataupun daring untuk untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan bersama stadion kita.

JIS mempersilakan setiap klub-klub yang ada di Jakarta, Indonesia, bahkan luar negeri untuk berlatih menggunakan lapangan latih JIS. JIS memang dirancang berstandar internasional agar stadion ini dapat dipakai pada saat event piala dunia.

Boleh jadi, stadion berkapasitas kurang lebih 82.000 penonton diharapkan menjadi stadion terbesar di Indonesia ini menjadi role model atau teladan yang dapat memberikan contoh baik dalam pembangunan infrastruktur di Jakarta bahkan di Indonesia.

Pertama, JIS mengusung teknologi dalam pembangunan infrastruktur olahraga modern. Stadion yang sudah mendapatkan tiga rekor muri ini memiliki kecanggihan maupun fitur unggulan untuk memukau para pengguna maupun penonton yang hadir nantinya. Stadion bertaraf internasional itu didesain memiiki atas yang dapat dibuka tutup (zero run off). Selain itu, atap tersebut didesain mampu menyerap energi matahari.

JIS juga mengadopsi pencahayaan LED di dinding stadion. Teknologi tersebut diklaim dapat membuat JIS terlihat atraktif seperti halnya Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Selain itu, JIS akan menjadi stadion pertama di Indonesia yang akan menggunakan rumput hybrid atau perpaduan antara rumput sintetis dan rumput alami.

JIS juga menyasar kategori green building tertinggi yakni level platinum. Untuk mendapatkan kategori tertinggi tersebut, salah satu penilaian yang harus dipenuhi adalah hemat air. Melalui teknologi zero run off, air yang masuk ke JIS, mulai dari air hujan ataupun air limbah, akan diserap dan diolah agar dapat dimanfaatkan kembali.

Stadion ini juga mengadopsi lighting grass growth, sejenis teknologi untuk perawatan rumput. Teknologi ini membantu perawatan rumput disaat cuaca yang tidak menentu, seperti saat ini yang intensitas hujan cukup tinggi, sehingga cahaya yang didapatkan oleh rumput minim.

Kedua, JIS menawarkan beragam fasilitas yang mumpuni, tak hanya untuk sepakbloa, tapi juga beragam kegiatan olahraga lainnya seperti sky viewing deck, jogging track, pertunjukan musik, hingga sky catwalk. Sky viewing deck tersedia di atap Stadion JIS yang memiliki ketinggian 70 meter tersebut. Masyarakat dapat menikmati sensasi melihat pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Lintasan ini berbentuk 360 derajat mengelilingi lapangan di stadion utama. Rencananya fasilitas ini akan tetap dibuka meski tidak ada pertandingan sekalipun.

Fasilitas jogging track berada di lantai paling atas stadion. Para pengunjung yang ingin berolahraga baik sendiri maupun bersama orang tercinta dapat menggunakan fasilitas ini. Ada pula sky catwalk, yang memungkinkan pengunjung dapat merasakan sensasi berjalan kaki di ketinggian puluhan meter tepat di atas lapangan utama.

Stadion yang berada di Jakarta Utara ini tak hanya menggelar pertandingan sepakbola saja, melainkan juga event besar lainnya seperti exhibition maupun konser musik. JIS bakal dilengkapi dengan sistem audio berteknologi canggih yang mendukung untuk menggelar konser-konser besar.

Sekarang, JIS telah menyediakan perlengkapan pendukung yang sudah terintegrasi seperti sound system, speaker, dan semacamnya. Lampu di JIS memiliki keunggulan mengikuti ritme suara saat konser musik. Nantinya, ketika panggung dibangun di tengah lapangan, rumput akan digulung terlebih dahulu.

Tak hanya itu, JIS juga memiliki utilitas lainnya, seperti lapangan latih, retail food & beverage, plaza, dan juga fasilitas penonton kelas mewah. JIS juga menyediakan ratusan tempat duduk untuk para penyandang disabilitas. Tak berlebihan bila stadion ini disebut sebagai one stop sport and entertainment.

Selain itu, JIS juga menawarkan aksesibilitas dan keterhubungan dengan berbagai fasilitas transportasi, seperti bis hingga kereta. Apalagi, Pemprov DKI Jakarta tengah gencar menerapkan sistem integrasi transportasi yang memungkin warga dapat menggunakan transportasi publik dengan nyaman dan harga terjangkau. Stadion ini memang menyediakan lahan parkir yang terbatas, dimaksudkan agar para pengunjung dapat menggunakan transportasi publik yang telah disediakan.

Hal lainnya yang patut dicontoh dari pembangunan JIS adalah konsep pemberdayakan masyarakat sekitar. Kawasan ini kelak diproyeksikan menjadi sentra ekonomi bagi warga sekitar. Sebab dalam rencana pembangunannya sudah disiapkan spot komersial bagi UMKM maupun brand internasional untuk memasarkan produk mereka.

Bahkan selama pembangunan, JIS sudah memberikan ruang bagi warga sekitar untuk mencari berkah dari pembangunan. Para warga diizinkan untuk terlibat dalam pembangunan sesuai kemampuannya. Berkat pembangunan JIS yang harus terus berjalan, berbagai pihak turut direkrut untuk terlibat dalam pembangunan.

Pelibatan atau kolaborasi dengan warga juga akan terus berjalan saat JIS sudah rampung. Warga akan dilibatkan dalam pengelolaan atau perawatan stadion, seperti maintenance, kebersihan, security, pembibitan rumput dan lain-lain.

Tak heran bila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan begitu membanggakan pembangunan infrastruktur semacam JIS ini. Anies tak perlu risau dengan celotehan sebagian orang yang menganggapnya hanya memperhatikan JIS dan abai dengan program kerjanya yang lain. Sebab, ia telah memberi bukti bahwa kekuasaan yang ada di tangannya mampu menggerakkan lewat kerja-kerja bersama.

Selain menunjukkan tunainya janji-janji kampanye untuk membangun stadion kebanggaan bagi warga Jakarta, JIS dapat menjadi cetak biru bagaimana ia sebagai pemimpin memotori kerja-kerja kolosal yang melibatkan sejumlah pihak atas dasar prinsip-prinsip kolaboratif. Stadion ini juga menjadi role model bagaimana seharusnya infrastruktur dibangun untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya pada publik.

Qusyaini Hasan

Pemerhati sosial perkotaan

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini