Share

Buku "Mengabdi Untuk Rakyat" Rangkuman Kepemimpinan Hadi Tjahjanto Bisa Jadi Inspirasi

Priyo Setyawan, Koran SI · Minggu 23 Januari 2022 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 337 2536565 buku-mengabdi-untuk-rakyat-rangkuman-kepemimpinan-hadi-tjahjanto-bisa-jadi-inspirasi-Mi6VNyXFN1.jpg Peluncuran buku "Mengabdi untuk Rakyat" (Foto : MPI)

YOGYAKARTA - Soft launching buku Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Mengabdi Untuk Rakyat yang ditulis Yadi Hendriana dan Herik Kuriniawan serta disunting oleh Marsekal Pertama (Marsma) TNI Mukti Arja Berlian digelar di Bentara Budaya, Yogyakarta, Minggu (23/1/2022).

Buku yang terdiri dari 8 bab ini menceriakan dedikasi Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dari awal menjadi prajurit TNI hingga menjadi panglima TNI. Penulisan hingga pembuatan buku berlangsung selama satu tahun.

Herik Kurniawan mengatakan mengapa memutuskan membuat buku tersebut, karena peridoe kemepimpinan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI, banyak tantagan yang berbeda dan banyak hal yang harus dihadapi.

Pertama, harus mengamankan Pilkada serentak, di mana harus bersana-sama mengamankan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). Selain itu juga banyak bencana yang terjadi. Dimana TNI juga ikut serta dalam mengatasinya.

"Ada lagi, pekan olahraga naisonal (PON), Asian Game dan event-event nasional dan terakhir pandemi Covid-19,” kata Herik.

Jadi, jelas di masa Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI permasalahanya begitu kompleks dan semoga tidak lagi terjadi di masa mendatang. Tapi, melihat kenyataanya Panglima menghadapi begitu banyak persolan menjadi contoh yang bagus dan bisa menginspirasi semua orang.

"Bagaimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan sepenuh hati, bekerja luar biasa. Sehingga dengan endurance yang hebat banget, beliau dapat mengerjakannya melampau yang dibanyangkan sebagai Panglima TNI,” katanya.

“Saya membayangkan tugas TNI adalah perang, perang dan perang. Tetapi ternyata ada tugas dan fungsi lain TNI, yakni membantu instansi lain, seperti tugas polisi dan sebagainya dalam menjaga negeri ini dari berbagai persoalan,” imbuhnya.

Baca Juga : Panglima TNI: Ulama dan Umaro Miliki Peran Strategis Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Selain itu, juga ada sisi humanisme dalam buku ini. Seperti bagaimana Hadi Tjahjanto langsung turun ke masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan. Misal sosialisasi protokol kesehatan (prokes) langsung turun ke tengah masyarakat langsung menyematkan masker ke warga.

Ini merupakan hal yang spesial dilakukan oleh orang tertinggi orang nomer satu di militer Indonesia. “Marsekal TNI Hadi Tjahjanto begitu care dan turun sendiri memberikan contoh elaksanakan program untuk menyelsaika persoalan yang ada," terangnya.

Karena itu, Herik berharap buku ini dapat menginsirasi bagi pembaca apapun profesinya, dokter, jurnalsi dan lainnya dapat bekerja total, seperti yang dicontohkan oleh Hadi Tjahjanto yang bekerja sangat luar biasa, totol dan keiklasa, sehingga hasilnya tanpa harus diperdebatkan sudah kelihatan. Bagaimana asampai sekarang masih bisa pergi ke seluruh Indonesia dengan kondisi aman dan nyaman.

Sementara, Yadi Hendriana menambahkan menambahkan buku ini banyak bercerita tentang kehidupan Hadi Tjahjanto dari awal menjabat panglima hingga akhir menjabat panglima. Banyak hal-hal yang bisa di gali, yang sebelumnya tidak ada di media, ada di buku tersebut.

"Di dalam buku ini ada inspirasi, ada cerita dan juga keteladan," ujarnya.

Penyunting buku, Marsma TNI Mukti Arja Berlian, mengatakan sosok Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bukanlah pribadi yang suka diekpos ke masyarakat. Namun, ia bersyukur beliau bersedia setelah melalui diskusi.

"Ia itu energinya luar biasa, tapi tidak terlalu suka diekpos. Namun, kami yakinkan dengan maksud dari buku ini bukan untuk bapak, tapi untuk masyarakat," paparnya.

Dia menyakini melalui keteladanan sosok Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dituangkan dalam 161 halaman akan mampu meningkatkan kualitas pembaca dari pengalaman orang lain. "Poin, buku ini memberikan inspirasi, seseorang harus total ketika menjalankan profesinya dengan amanahnya," ungkapnya.

Mengenai cover buku Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memeluk anak-anak Papua, Ia menyebut itu sebuah kedekatan. Foto itu diambil ketika Marsekal TNI Hadi ke Papua.

"Kejadian di Asmat saat pandemi Difteri. Perjalanan dari Jakarta-Asmat melalui berbagai rute yang tidak layak. Perjalanan yang sulit. Suku Asmat tinggal di daerah seperti rawa-rawa. Jalan dan rumah dibangun di atas rawa-rawa," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini