Share

Peristiwa 23 Januari: Kudeta APRA di Kota Bandung

Tim Okezone, Okezone · Minggu 23 Januari 2022 06:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 337 2536334 peristiwa-23-januari-kudeta-apra-di-kota-bandung-wQAW8OSpSr.jpg Kudeta APRA di Kota Bandung (Foto: Ist)

JAKARTA – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah pernah terjadi dari tahun ke tahun pada 23 Januari. Salah satunya adalah Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) atau Kudeta 23 Januari yang terjadi pada 23 Januari 1950, di mana kelompok milisi APRA ingin menggulingkan pemerintahan Soekarno dan menduduki kota Bandung untuk sementara waktu.

Selain peristiwa Kudeta APRA, 23 januari juga mengingatkan akan peristiwa lahirnya Presiden Republik Indonesia (RI) ke-5, Megawati Soekarnoputri atau yang biasa disapa “Mbak Mega”, pada 23 Januari 1947.

Berikut Okezone rangkum tiga peristiwa penting dan bersejarah yang pernah terjadi di Indonesia pada 23 Januari, sebagaimana dihimpun dari Wikipedia.org, Rabu, (23/1/2019).

1. Kudeta APRA Menduduki Kota Bandung

Pada November 1949, mantan Kapten KNIL, Raymond Westerling, telah mendirikan organisasi rahasia yang mempunyai pengikut sekitar 500.000 orang. Nama organisasi itu adalah Ratu Adil Persatuan Indonesia (RAPI) yang dimana memiliki tujuan untuk menggulingkan pemerintah Soekarno pada 1950.

RAPI memiliki satuan bersenjata yang dinamakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), kebanyakan pengikutnya adalah mantan anggota KNIL, yang saat itu merupakan tentara Kerajaan Hindia Belanda atau yang sekarang dikenal dengan Indonesia.

Pada 23 Januari 1950, Westerling melancarkan aksi Kudetanya dengan masuk ke kota Bandung, Jawa Barat dan membunuh semua orang berseragam TNI yang mereka temui di jalan. 94 anggota TNI tewas dalam pembantaian tersebut, sedangkan di pihak APRA, tidak ada korban seorang pun.

Sementara Westerling memimpin penyerangan di Bandung, sejumlah anggota pasukan RST (pasukan khusus Belanda) dipimpin oleh Sersan Meijer menuju Jakarta dengan maksud untuk menangkap Presiden Soekarno dan menduduki gedung-gedung pemerintahan. Namun atas dukungan dari pasukan KNIL lain dan Tentara Islam Indonesia (TII), aksi serangan ke Jakarta tersebut berhasil digagalkan.

Atas Kudeta APRA tersebut, sementara waktu kota Bandung diduduki oleh Tentara APRA. Kini Kudeta APRA dikenal sebagai peristiwa Kudeta APRA atau Kudeta 23 Januari.

2. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo

Pada 23 Januari 1942, Pahlawan Nasional Indonesia, Nani Wartabone, bersama sejumlah warga Gorontalo mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo.

Sebelumnya, Nani mendengar bahwa pasukan Jepang telah menduduki kota Manado. Orang-orang Belanda yang saat itu sedang menjajah Gorontalo pun melarikan diri ke Poso. Hal ini membuat orang Belanda di Gorontalo menjadi ketakutan dan bersiap pergi dengan terlebih dahulu membumi hanguskan Gorontalo.

Pada 22 Januari 1942, Belanda membakar kapal motor Kalio dan gudang kopra di pelabuhan. Mengetahui hal ini, Nani menyiapkan senjata dan para pemuda. Jumat pagi, 23 Januari 1942, pasukan yang dipimpin langsung olehnya berangkat dari Suwawa menuju Gorontalo.

Sepanjang perjalanan, banyak rakyat ikut bergabung. Pukul 09.00 pagi semua pejabat Belanda di Gorontalo berhasil ditangkap. Setelah itu, Ia memimpin rakyat menurunkan bendera Belanda dan mengibarkan bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. Kemudian Ia berpidato:

“Pada hari ini, 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka, bebas, lepas dari penjajahan bangsa manapun juga. Bendera kita adalah Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya, pemerintahan Belanda telah diambil alih oleh pemerintahan nasional”

Peristiwa pendeklarasian Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo itu, kini dikenang sebagai Hari Patriotik 23 Januari 1942.

3. Lahirnya Presiden RI ke-5

Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau umumnya lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri biasa disapa "Mbak Mega", lahir di Yogyakarta, pada 23 Januari 1947.

Megawati merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan puteri dari presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia yang kelima sejak 23 Juli 2001 sampai 20 Oketober 2004.

Ia dilantik menjadi presiden setelah MPR mengadakan Sidang Istimewa MPR pada 2001. Sidang Istimewa MPR ini diadakan dalam menanggapi langkah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membekukan lembaga MPR, DPR, dan Partai Golkar. Sebelumnya dari tahun 1999 hingga 2001, Megawati menjabat sebagai Wakil Presiden pada pemerintahan Presiden Gus Dur.

Selain menjadi Presiden wanita pertama di Indonesia, Megawati juga merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak memisahkan diri dari Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1999.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini