Share

Komnas KIPI: Penyakit Serius Usai Imunisasi Bukan karena Vaksinasi

Antara, · Sabtu 22 Januari 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 337 2536205 komnas-kipi-penyakit-serius-usai-imunisasi-bukan-karena-vaksinasi-u8jHgvka7I.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: RFI)

JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. Hindra Irawan Satari mengatakan, penyakit serius yang terjadi usai imunisasi biasanya bukan disebabkan oleh proses vaksinasi.

"Jadi kalau ada kejadian serius, penyakit serius setelah imunisasi biasanya disebabkan bukan oleh vaksinasi," ujar Hindra dalam seminar media IDAI tentang vaksinasi Covid-19, Sabtu (22/1/2022).

Dia menjelaskan bahwa sebelum memperoleh izin, vaksin telah melewati fase uji klinik beberapa tahap yang melibatkan banyak orang dan KIPI akan terlihat pada orang-orang yang mengikuti pengujian tersebut.

Sebab itu, munculnya penyakit serius usai vaksinasi adalah sesuatu yang jarang terjadi dengan diagnosis hanya dapat dilakukan oleh dokter.

KIPI yang biasa muncul usai vaksinasi Covid-19 biasanya berada di dalam tingkat rendah atau menengah, mulai dari sakit di tempat yang disuntikkan, demam, hingga sakit kepala.

Baca juga: 2 Anak Dilaporkan Meninggal Setelah Divaksin, Komnas KIPI: Tidak Terkait Covid-19

Dia mengingatkan jika terjadi reaksi KIPI usai vaksinasi Covid-19 terhadap anak maka dapat beristirahat dan segera memberikan obat jika mengalami gejala seperti demam.

"Kalau perlu obat, berikan obat segera kalau dia demam. Segera, jangan ditunda, tidak akan mempengaruhi daya kebal yang diperoleh dan minum air putih yang cukup," jelasnya.

Baca juga: Komnas KIPI: Belum Ada Kasus Meninggal Dunia Akibat Vaksin Covid-19

Dia juga mengingatkan bahwa pemberian vaksin tidak secara instan membentuk antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 karena membutuhkan dua pekan usai vaksinasi untuk secara optimal membangun antibodi.

Karena itu protokol kesehatan seperti penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi pandemi.

Baca juga: Baru Saja Vaksinasi Covid-19, Bisakah Donor Plasma Konvalensen?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini