Share

Gempa M6,0 Melonguane Sulut, BMKG Sebut Berdampak Kerusakan Ringan

Antara, · Sabtu 22 Januari 2022 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 337 2536188 gempa-m6-0-melonguane-sulut-bmkg-sebut-berdampak-kerusakan-ringan-fPa1jghAEq.jpg Foto: Illustrasi freepick

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut gempa Sulawesi Utara (Sulut) magnitudo 6,0 pada Sabtu pagi memicu kerusakan ringan di Kepulauan Talaud.

"Hingga saat ini telah ada laporan dampak dari gempa bumi tersebut yaitu kerusakan ringan antara lain terjadi di Gereja Jemaat Germita Ayalon Desa Pangeran, Pulau Kabaruan, Kepulauan Talaud. Kerusakan pada pemukiman warga juga terjadi di Manaida, Desa Panulan, Kecamatan Kebaruan, Kabupaten Talaud," kata Dwikorita saat jumpa pers, Sabtu (22/1/2022).

Baca juga:   Melonguane Sulut Kembali Diguncang Gempa M4,8

Dwikorita mengatakan, gempa dengan episenter di laut 34 kilometer selatan Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud pada kedalaman 37 kilometer, merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi lempeng laut Maluku.

Hasil pantauan BMKG sampai dengan dengan pukul 11.30 WIB memperlihatkan adanya sembilan gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar 4,5.

Baca juga:  Gempa M6,1 Melonguane, Gereja dan 2 Rumah Rusak Ringan

Lewat hasil pemodelan BMKG bahwa gempa itu tidak memiliki potensi tsunami.

Guncangan gempa yang terjadi pada Sabtu (22/1) pukul 09.26 WIB itu sendiri dirasakan dalam skala III-IV MMI di Melonguane, dengan getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini