Share

4 Fakta Suntik Vaksin Covid Kosong ke Anak-Anak, Dokter Mengaku Khilaf

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 22 Januari 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 22 337 2535998 4-fakta-suntik-vaksin-covid-kosong-ke-anak-anak-dokter-mengaku-khilaf-HtHhV1VWGB.jpg Dokter Gita mengaku khilaf telah menyuntikkan vaksin kosong (Foto : MNC Media)

JAKARTA - Penyuntikan vaksin Covid-19 kosong yang dilakukan oleh seorang dokter pada anak-anak, membuat polisi memeriksa sejumlah saksi. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu sekolah di Kota Medan, Sumatera Utara.

Polisi juga menampilkan tenaga kesehatan yang melakukan suntikan vaksin, yaitu dokter Gita.

Berikut 4 fakta terkait penyuntikan vaksin Covid-19 kosong ke anak-anak:

1. Viral di Media Sosial

Peristiwa yang tidak sepatutnya terjadi itu, videonya tersebar luas di media sosial. Polres Pelabuhan Belawan langsung meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk tenaga kesehatan yang menyuntikkan vaksin.

Dalam video viral tersebut, terlihat sejumlah pelajar SD menerima suntikan vaksin kosong di salah satu sekolah dasar, di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso kilometer 16, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan, Labuhan, Kota Medan.

Baca Juga: Heboh! Dokter Suntik Vaksin Covid-19 Kosong ke Siswa SD

2. Dokter Mengaku Khilaf

Dalam konferensi pers yang dilakukan Dirkrimum Polda Sumut di Aula Polres Pelabuhan Belawan, petugas kepolisian membawa sejumlah barang bukti, seperti sisa alat-alat medis yang digunakan tenaga kesehatan saat melakukan vaksin di sekolah dasar di Kawasan Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.

Dokter Gita mengaku khilaf dan meminta maaf kepada petugas kepolisian Polres Pelabuhan Belawan, sebagai pelaksana vaksinasi, serta ke masyarakat umum khususnya warga Sumatera Utara.

3. Dilakukan oleh Dokter Rumah Sakit Swasta

Dokter Gita merupakan dokter umum di salah satu rumah sakit swasta di Kota Medan. Selain dokter yang melakukan suntik, petugas juga menghadirkan salah satu suster, yang diduga juga terlibat dalam kasus suntikan vaksin kosong.

Hingga kini petugas masih melakukan penyidikan terkait kasus dugaan suntikan vaksin kosong, sementara itu status dokter Gita dan suster W masih sebagai saksi.

4. IDI Siapkan Sanksi

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (Sumut), angkat bicara dalam proses pemeriksaan yang dilakukan petugas Diskrimum Polda Sumut, terkait dugaan suntikan vaksin Covid-19 kosong, terhadap sejumlah pelajar sekolah dasar yang viral di sosial media. IDI akan mengkaji tindakan Dokter Gita, jika melanggar kode etik profesi kedokteran akan ditindak.

Ketua IDI Sumut Dokter Ramlan Sitompul dalam jumpa pers, di aula Polres Pelabuhan Belawan menyampaikan pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan yang dilakukan petugas kepolisian yang sedang berjalan, hingga saat ini. (aky)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini