Share

Kisah Dewi Andongsari Bunuh Diri karena Rasa Bersalah kepada Gajah Mada

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 22 Januari 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535949 kisah-dewi-andongsari-bunuh-diri-karena-rasa-bersalah-kepada-gajah-mada-aOLrsaOD2R.jpg Ilustrasi Mahapatih Gajah Mada (Foto: istimewa)

JAKARTA - Ibunda Gajah Mada, konon bernama Dewi Andongsari dimakamkan di Desa Cacing, Kecamatan Ngimbang, Gunung Ratu di Lamongan, Jawa Timur.

Juru kunci makam, Jumain menjelaskan, berdasarkan tutur cerita Dewi Andong Sari merupakan satu di antara selir raja pertama Majapahit, Raden Wijaya.

Ia dibuang dan akan dibunuh karena fitnah yang menyebut ia hamil dari hasil perselingkuhan. Namun ia tak dibunuh, Dewi Andong Sari hanya diasingkan di atas bukit di dalam hutan oleh prajurit kerajaan. Bukit inilah yang sekarang disebut Gunung Ratu.

Tak lama tinggal di sana, Dewi Andong Sari melahirkan seorang bayi laki-laki. Saat ia hendak turun dari bukit, Dewi Andong Sari menitipkan bayinya pada dua hewan peliharaan yang selama ini menemaninya, seekor kucing bernama condromowo dan seekor musang putih.

Dua hewan ini melawan seekor ular besar yang hendak memangsa bayi Dewi Andong Sari hingga mulut mereka berlumuran darah.

Baca juga: 4 Tokoh Kerajaan Nusantara yang Alami Moksa, Prabu Jayabaya Salah Satunya

Tapi, Dewi Andong Sari yang baru tiba dari mandi di sendang bawah bukit, justru mengira peliharaannya tersebut telah memakan si bayi. Padahal bayi tersebut masih hidup dan tersembunyi di balik dedaunan.

Lalu Dewi Andong Sari bunuh diri di Gunung Ratu. Ia merasa bersalah telah membunuh kucing condromowo dan musang putih.

Baca juga: Kutukan Kebo Iwa ke Patih Gajah Mada

Ki Gede Sidowayah seorang pamong desa saat itu yang menemukan bayi Dewi Andong Sari. Ia juga yang mengubur jasad wanita cantik itu, juga kucing dan musang yang telah mati. Bayi Dewi Andong Sari oleh Ki Gede Sidowayah dititipkan kepada adik perempuannya, Janda Wara Wuri di Modo.

Anak Dewi Andong Sari dijuluki Joko Modo (seorang jejaka yang berasal dari Modo). Ketika menginjak dewasa, Joko Modo dibawa Ki Gede Sidowayah ke Malang untuk menjadi seorang prajurit Majapahit dan nantinya menjadi mahapatih dengan nama Gajah Mada.

Komplek makam Dewi Andong Sari terlihat rapi setelah dipugar. Ada dua tempat semacam pendopo kecil untuk beristirahat pengunjung. Kuburan kucing condromowo dan garangan putih (musang) terletak di atas tanah tepat di samping makam.

Baca juga: Madakaripura, Tempat "Pelarian" Mahapatih Gajah Mada Usai Membunuh Ratusan Prajurit Kerajaan Sunda

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini