Share

Ketika Bung Karno Tanamkan Nasionalisme di Hadapan Tentara Jepang

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 22 Januari 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535920 ketika-bung-karno-tanamkan-nasionalisme-di-hadapan-tentara-jepang-3Qxkd3dZNJ.jpg Bung Karno (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Presiden Soekarno dikenal sebagai orator ulung yang mampu membakar semangat rakyatnya. Pidato Bung Karno menjadi salah satu penyemangat rakyat dalam melawan penjajah.

Dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras diceritakan bahwa Bung Karno menuruti kemauan Jepang.

Bung Besar pun berkeliling Indonesia, berpidato mengobarkan semangat rakyat agar anti-Sekutu, dan mendukung Jepang melawan Sekutu.

Namun di sisi lain Jepang tak sadar bahwa 75 persen isi pidato Bung Karno sejatinya adalah penanaman kesadaran nasional bangsanya.

Contoh kecil, dalam sebuah pidato ia menunjuk seorang prajurit Jepang yang sedang mengawal dengan senapan dan sangkur.

Baca juga: Cerita Bung Karno Mencari Tuhan

“Lihat, dia menjalankan tugasnya oleh karena dia cinta kepada Tanah Airnya. Dia berperang untuk bangsanya. Dia bersedia mati demi kehormatan Tanah Airnya. Begitupun kita harus!" tegas Bung Karno.

Dikesempatan lain, ia menukil jalannya sejarah dalam pidato-pidatonya. “Kerajaan Majapahit memperoleh kemenangan gilang-gemilang setelah digembleng penderitaan dalam peperangan-peperangan melawan Kubilai Khan,“ kata dia.

Baca juga: Saksi Bisu Kemerdekaan RI, Ini Kisah Bangunan Bersejarah Kota Malang yang Diresmikan Soekarno

“Sultan Agung Hanyokrokusumo membikin negara Mataram menjadi negara yang kuat setelah mengalami cobaan-cobaan dalam perang Senopati. Dan orang Islam di zaman keemasannya barulah menjadi kuat setelah mengalami Perang Salib. Tuhan Yang Maha Kuasa berfirman dalam Alquran: ‘Ada masa-masa di mana kesukaranmu sangat berguna dan perlu’,” imbuhnya.

Sekalipun dalam setiap pidato ia diawasi ketat tentara Jepang, tetapi Bung Karno tidak pernah kurang akal dalam menyelipkan pesan-pesan kebangsaan dan pesan-pesan persatuan melalui kiasan-kiasan yang tidak dimengerti orang Jepang, sekalipun tentara tersebut bisa berbahasa Indonesia.

Baca juga: Tragedi 7 Januari 1962: Konvoi Bung Karno Dilempar Granat di Makassar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini