Share

Titip Pesan ke Perindo, KPK: Pertahankan Jati Diri Partai Politik

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535891 titip-pesan-ke-perindo-kpk-pertahankan-jati-diri-partai-politik-acN1IsKl75.jpg Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (Foto: Tangkapan layar/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menitipkan pesan positif untuk Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Yakni, Perindo diharapkan bisa mempertahankan jati diri partai politik Indonesia atau bahkan mampu mengubah ke arah lebih baik.

Pesan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat menjadi pembicara dalam Webinar yang diselenggarakan Partai Perindo dengan tema 'Tantangan Pemberantasan Korupsi Di Indonesia 2022', Jumat (21/1/2022).

"Kami berharap Perindo, sebagai bagian dari partai politik Indonesia, menjadi partai yang mampu mengubah atau setidak-tidaknya mempertahankan jati diri partai politik," ujar Ghufron.

"Karena kalau kemudian partai politiknya rusak, maka demokrasinya, kalau demokrasinya rusak, maka pemerintahannya juga pasti rusak, pemerintahan yang rusak itulah yang sebenarnya korupsi," imbuhnya.

Baca Juga:   Partai Perindo Berharap Adanya Sistem yang Jamin Transparansi untuk Cegah Korupsi

Oleh karenanya, Ghufron menaruh harapan besar kepada Partai Perindo agar bisa memberikan banyak sumbangsih untuk bangsa dan negara Indonesia. Sebab, partai politik merupakan tonggak untuk mewujudkan cita-cita negara Indonesia.

Baca Juga: Dukung Sikap Presiden RI atas RUU TPKS, Partai Perindo: Segera Sahkan Guna Lindungi Perempuan & Anak

 

"Nah ini, kami berharap sekali lagi, Partai Perindo itu bukan hanya menjadi bagian dari identitas politik untuk meraih kekuasaan, tapi yang di atas kekuasaan itu sebenarnya adalah tentang tujuan-tujuan kita bernegara," ujar Ghufron.

"Tujuan negara ingin menghadirkan kemakmuran, menghadirkan kecerdasan, menghadirkan kesejahteraan, menghadirkan ketertiban dunia berdasarkan keadilan sosial, ini cita-cita bangsa," sambungnya.

Menurut Ghufron, partai politik adalah lembaga atau pilar-pilar di negara demokrasi yang fungsinya untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik. Harapannya, kata Ghufron, parpol bisa juga menjadi aspirasi atau penampung suara rakyat.

"Jadi, kalau kemudian pilar-pilar dan aspirasi rakyat menyimpang, maka pasti kemudian demokrasinya juga menyimpang," kata Ghufron.

Ghufron menilai, partai politik seharusnya bisa berperan lebih menjadi tonggak, penyokong, serta tiang-tiang demokrasi. Di mana, dasar dari demokrasi itu sendiri yakni, dari, oleh, dan untuk rakyat. "Maka semakin demokrasi harapannya semakin pro rakyat. Kebalikannya, semakin tidak pro rakyat, berarti disitulah titik korup," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini