Share

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.500 Meter

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 21 Januari 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535879 gunung-merapi-muntahkan-awan-panas-guguran-sejauh-2-500-meter-kFLHN3Io9O.jpg Gunung Merapi erupsi (foto: dok PVMBG)

JAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), melaporkan Gunung Merapi kembali erupsi dimana awan panas meluncur sejauh 2.500 meter ke arah barat daya kali Bebeng.

“Awan panas guguran Merapi tanggal 21 Januari 2022 pukul 17.05 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 232 detik. Jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng),” tulis BPPTKG lewat akun media sosial resminya, Jumat (21/1/2022).

Baca juga:  Tertimbun Lahar Dingin Merapi, Sopir Truk Ditemukan Tewas Mengenaskan

Sementara itu, BPPTKG melaporkan berdasarkan analisis morfologi, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan baik pada kubah lava barat daya maupun kubah tengah. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3 dan kubah tengah sebesar 3.007.000 m3.

BPPTKG juga melaporkan intensitas kegempaan Merapi pada minggu ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan alat pemantau aktivitas gunung api berupa Electronic Distance Measurement (EDM) pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,2 cm/hari.

Baca juga:  Ketinggian Erupsi Gunung Semeru Capai 24 Kilometer, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab

Selain itu, BPPTKG mengatakan intensitas curah hujan sebesar 62 mm/jam selama 40 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 17 Januari 2022.

“Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” kata BPPTKG.

BPPTKG pun menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “siaga”.

“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara–barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” tulis BPPTKG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini