Share

Kisah Arca Totok Kerot, Karma Kecantikan Wanita yang Miliki Kelakuan Seperti Buto

Mohammad Adrianto S, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535860 kisah-arca-totok-kerot-karma-kecantikan-wanita-yang-miliki-kelakuan-seperti-buto-vXLJXIslm2.jpg Foto: media sosial

KEDIRI - Kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu terbesar di masanya. Dipimpin oleh banyak raja di masa lampau, tidak dapat dipungkiri salah satu raja yang paling sukses ialah Raja Sri Aji Jayabaya.

 (Baca juga: 4 Tokoh Kerajaan Nusantara yang Alami Moksa, Prabu Jayabaya Salah Satunya)

Kesuksesannya tidak lepas dari kesaktian yang dia miliki. Bukti atas kekuatan sakti mandragunanya dapat ditemukan di Arca Totok Kerot yang menceritakan cerita rakyat dari Kerjaan Kediri.

 (Baca juga: Misteri Perempuan Bahu Laweyan, Ditinggal Mati Suami Berulang Kali)

Arca Totok Kerot terletak di Desa Bulupasar, Kecamapatan Pagu, Kabupaten Kediri, sekitar 10 kilometer sebelah selatan Pamuksan Sri Aji Jayabaya di Desa Menang.

Ciri-ciri dari Arca Totok Kerot yaitu berupa raksasa dengan rambut panjang dan terurai. Dirinya sedang berpose jongkok beserta mata melotot, kalung, dengan lengan kiri yang putus.

Arca ini diketahui sudah ada sejak penjajahan Jepang. Lengannya dikabarkan putus karena penjajah Belanda meminta mengangkat arca itu ke lokasi tersebut, sehingga lengan tersebut jatuh dalam prosesnya.

Arca Totok Kerot diketahui memiliki "nyawa" dan memiliki kemampuan sakti mandraguna. Konon, Totok Kerot bisa mendatangi mimpi seseorang dalam tidurnya.

Dalam mimpi orang-orang, Totok Kerot berubah menjadi jelmaan putri cantik. Cerita mengatakan kalau itulah sosok asli Totok Kerot.

Dirinya merupakan putri cantik dari demang di Lodoyo, Blitar. Dia berkeras ingin diperistri oleh Sri Aji Jayabaya, namun keinginannya ditolak oleh sang ayah.

Karena keinginannya tidak diterima, sang putri melarikan diri ke Kerajaan Kediri untuk menemui sang raja. Dirinya bahkan terlibat dalam peperangan Kerajaan Blitar dan Kerajaan Kediri.

Kerajaan Kediri keluar sebagai pemenang, dan sang putri meminta orang tuanya untuk merestui hubungannya dengan Sri Aji Jayabaya. Jika tidak, dirinya berjanji untuk melakukan keonaran.

Akhirnya orang tua putri menyetujui permintaan anaknya. Sayang, kali ini Sri Aji Jayabaya yang justru tidak menginginkan pernikahan tersebut terjadi.

Peperangan kembali terjadi di antara kedua kerajaan. Dalam keadaan terdesak, Sri Aji Jayabaya mengeluarkan sabda untuk membuat sang putri berubah menjadi raksasa (buto).

Inilah yang menjadi bukti sahih kesaktian Sri Aji Jayabaya di mata penduduk sekitar. Apapun yang dia katakan, maka akan langsung terwujud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini