Share

3 Kasus Vaksin Palsu, Nomor 2 Bikin Geleng-geleng

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 22 Januari 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535833 3-kasus-vaksin-palsu-nomor-2-bikin-geleng-geleng-Rbn9hHVRFI.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Masyarakat di seluruh dunia berbondong-bondong mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Dengan adanya penyuntikan vaksin, diharapkan laju kasus Covid-19 kian terkendali. Namun, ada beberapa kejadian penyuntikan vaksin kosong dan palsu. Peristiwa ini sangat meresahkan masyarakat. Berikut beberapa kasus vaksin kosong dan palsu.

1. Indonesia

ย 

Masyarakat dihebohkan oleh penyuntikan vaksin kosong oleh seorang nakes di Penjaringan, Jakarta Utara. Kasus yang terjadi pada Agustus 2021 lalu itu terungkap setelah viral di media sosial Twitter. Dari rekaman yang beredar, terlihat seorang nakes menancapkan suntikan kosong ke lengan seseorang. Seharusnya, suntikan itu berisi vaksin. Rekaman tersebut langsung viral dan mendapat kecaman dari warganet.

Tak lama berselang, nakes berinisial EO yang melakukan hal itu mengaku lalai dan tidak memeriksa kembali suntikan yang akan digunakan. Saat itu, EO sudah menyuntik sebanyak 599 orang. Dia menyampaikan permintaan maaf sembari berlinang air mata di Mapolres Jakarta Pusat.

2. Uganda

Sebanyak 800 orang menjadi korban penyuntikan vaksin palsu di Kampala, Uganda. Alih-alih berisi vaksin Covid-19, suntikan tersebut justru hanya berupa air dan dijual oleh sekelompok penipu di wilayah tersebut.

Saat meringkus para tersangka pada akhir Juni 2021, pihak kepolisian setempat juga menyita dokumen yang menunjukkan jumlah penerima vaksin palsu. Sementara itu, tersangka yang terdiri dari 2 perawat dan dokter gadungan melakukan penawaran kepada pihak perusahaan. Mereka membujuk agar perusahaan bersedia membeli vaksin miliknya.

3. India

Kasus vaksin palsu juga terjadi di India. Tak tanggung-tanggung, korbannya mencapai lebih dari 2 ribu orang. Mereka disuntik โ€˜vaksinโ€™ yang ternyata hanya merupakan larutan garam. BBC Indonesia menyebut, sekitar 500 korbannya merupakan penyandang disabilitas.

Kejadian yang terungkap Juni 2021 ini menimbulkan keresahan mendalam bagi masyarakat India. Pemerintah juga melakukan pengkajian ulang terhadap panduan vaksinasi nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini