Share

Kisah Raja Majapahit Nikahi Putri Campa Lalu Masuk Islam, Abaikan Nasihat Sabda Palon

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Sabtu 22 Januari 2022 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535769 kisah-raja-majapahit-nikahi-putri-campa-lalu-masuk-islam-abaikan-nasihat-sabda-palon-29nfPnjbVP.jpeg Prabu Brawijaya V. (Foto: sangpencerah.id)

KERAJAAN Majapahit menjadi sebuah Kerajaan besar pada masanya yang berhasil mempersatukan Nusantara. Sayangnya, kerajaan besar iniruntuh akibat pergolakan dalam negeri karena perebutan kekuasaan.

Besarnya Kerajaan Majapahit juga memiliki risiko persoalan yang besar pula, terutama bagi Prabu Brawijaya V

Sabda Palon dan Naya Genggong adalah pendamping spiritual Prabu Brawijaya V. Keduanya konon sangat marah karena Sang Prabu memilih untuk meninggalkan agama lamanya Buddha dan memilih Islam sebagai agama barunya.

Dikutip dari buku “Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit” tulisan Wawan Susetya, suatu hari Prabu Brawijaya V berkenan menjadikan Dewi Dwarawati si Putri Campa sebagai permaisuri Raja.

Baca juga: Siasat Cerdik Raden Wijaya Tewaskan 18.000 Tentara Mongol, Diserang Ketika Pesta Mabuk-mabukan

Padahal Dewi Dwarawati beragama Islam dan berbeda dengan keyakinannya sebagai pemeluk agama Buddha. Namun Raja Majapahit itu sudah mendapatkan nasihat dari Sabda Palon dan Naya Genggong.

Saat itu, kedua penasihatnya mengatakan, "Gusti Prabu, kalau mengenai soal keyakinan yang berbeda, hal itu tidak masalah yang penting bagaimana caranya agar Gusti Prabu tidak terpengaruh oleh ajaran agama Islam dari permaisuri Paduka!"

Namun Prabu Brawijaya V tidak terpengaruh sedikitpun atas argumen kedua penasihatnya itu. Setelah pesta perkawinan dirayakan di Negeri Cempa, Prabu Brawijaya V pun juga menyelenggarakan pesta perkawinan besar-besaran di Majapahit untuk menyambut kehadiran Sang Permaisuri.

Dan seiring dengan perjalanan 'sang waktu', cinta Prabu Brawijaya V dengan permaisurinya Dewi Dwarawati pun berbuah lima orang anak, yaitu Ratu Ayu Handayaningrat, Dewi Candrawati, Raden Jaka Peteng, Sunan Lawu Argopura, dan Panembahan Brawijaya Bondhan Surati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini