Share

MenpanRB: Semua Pihak Wajib Perangi Virus Radikalisme dan Terorisme

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 21 Januari 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535747 menpanrb-semua-pihak-wajib-perangi-virus-radikalisme-dan-terorisme-I1K8aMN4WA.jpg MenpanRB Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa selama 76 tahun merdeka, Indonesia masih dihantui tantangan radikalisme dan terorisme.

Menurutnya, kurangnya pendidikan toleransi antar-umat beragama dan bermasyarakat menjadi salah satu penyebab paham radikalisme menyebar dengan cepat.

Dia pun menilai semua pihak wajib memerangi virus radikalisme dan terorisme, mulai dari para tokoh masyarakat, alim ulama, guru dan aparatur sipil negara (ASN) untuk harus aktif menyampaikan pesan kegotongroyongan, pesan Pancasila, pesan NKRI, pesan kemajemukan, dan pesan UUD 1945 sesuai dengan keyakinan ajaran agama masing-masing.

"Kalau ini terwujud maka tantangan setelah 76 tahun Indonesia merdeka yang berkaitan dengan radikalisme terorisme sedikit demi sedikit akan terkikis," katanya, Jumat (21/1/2022)

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk siap memerangi berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Baca juga: Waspada! Warganet Jangan Terkecoh Propaganda Radikalisme

"Saya ingin menegaskan kita harus bisa menentukan sikap. Menentukan siapa kawan dan siapa lawan pada kelompok, perorangan, atau golongan yang anti-Pancasila, anti-Bhinneka Tunggal Ika, anti-NKRI, anti-kemajemukan bangsa dan UUD 1945," tegasnya.

Baca juga: Hasto Sebut Radikalisme-Terorisme Manipulasi terhadap Agama

Menurutnya sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo dalam berbagai kesempatan bahwa antisipasi bangsa terhadap ancaman ketahanan dan keamanan nasional sangatlah penting. Apalagi saat ini di tengah mudahnya keterbukaan informasi dan akses jaringan komunikasi.

Dia mengatakan, Presiden Jokowi juga berpesan bahwa bidang pertahanan-keamanan harus tanggap dan siap menghadapi perang siber, menghadapi intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Diakui, pemahaman-pemahaman intoleransi yang mengarah pada sumbu radikalisme telah menyebar bahkan hingga ke pelosok daerah terpencil. Di sinilah peran sosialisasi dan pembinaan tindakan gencar dilakukan pemerintah sebagai langkah preventif agar tidak terjadi pelanggaran terkait komitmen kebangsaan dan tindakan radikalisme.

Berbagai upaya pun telah dilakukan bersama untuk menanggulangi penyebaran paham-paham yang mengancam ideologi bangsa. Salah satunya upaya yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui program Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (WARUNG) NKRI.

Dia mengapresiasi upaya BNPT yang menghadirkan Warung NKRI sebagai terobosan sederhana, namun mengena ke seluruh lapisan masyarakat guna memberantas paham radikalisme terutama pada kawasan wisata dan industri.

"Jangan dianggap Warung NKRI ini sekadar warung tapi bagaimana warung ini sebagai tempat berkumpul, berdialog, dan berkomunikasi masyarakat dari berbagai latar belakang," katanya.

Baca juga: Pengembangan SDM TNI, Polri, dan BNPT Berperan Penting Tutup Ruang Radikalisme

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini