Share

Kasusnya Naik Penyidikan, Raja Sapta Oktohari Bisa Dijemput Paksa Jika 2 Kali Mangkir

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535744 kasusnya-naik-penyidikan-raja-sapta-oktohari-bisa-dijemput-paksa-jika-2-kali-mangkir-oOdCw7FXm4.jpg Raja Sapta Oktohari dalam acara Mahkota Vaganza (Foto: Tangkapan layar Youtube)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT MPIP Raja Sapta Oktohari (RSO) dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan penipuan. Saat ini, kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. 

"Kami menerima SPDP tembusan ke kejaksaan tinggi No B/724/I/RES 2.6/2022/Ditreskrimsus Tanggal 17 Januari 2022 yang juga ditembuskan ke Terlapor Raja Sapta Oktohari," ucap Sugi selaku Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, yang juga kuasa hukum para korban PT MPIP.

"Dengan naiknya kasus ini maka jika berikutnya RSO sebagai terlapor mangkir dua kali maka penyidik punya wewenang untuk jemput paksa sesuai Kuhap," imbuhnya.

Baca Juga: Dituding Kabur dari Kasus Dugaan Penipuan, Kuasa Hukum Raja Sapta Oktohari Geram

MJ, salah satu korban PT MPIP yang melaporkan RSO atas dugaan pasal pidana penipuan, penggelapan, pidana perbankan dan pencucian uang menyampaikan apresiasi kepada kepolisian. Sebab, kasusnya ditindaklanjuti.

"Terima kasih Polda Metro Jaya setelah 2 tahun menanti akhirnya naik sidik pula, mohon agar dilanjutkan hingga ke tahap persidangan karena tidak ada itikad baik dari para terlapor," katanya.

Sugi menjelaskan, korban MJ sejak 2 tahun lalu menghubungi LQ Indonesia Lawfirm ke Hotline 0817-489-0999 dan memberikan kuasa kepada LQ Indonesia Lawfirm yang kemudian membuat laporan polisi. Banyak yang bertanya, kenapa Raja Sapta Oktohari turut dilaporkan.

Baca Juga:  Tipu Wanita Lewat Medsos, Pria Pengangguran Bawa Kabur Motor dan Uang

Padahal, dia adalah pejabat negara dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia, anak dari Oesman Sapta Oedang? Salah satu pasal pidana dilaporkan adalah Pasal 46 UU Perbankan, mengenai larangan menghimpun dana nasabah tanpa izin BI.

Berdasarkan bukti awal yang dimiliki LQ dan telah diberikan kepada penyidik, RSO diduga secara aktif menghimpun nasabah, ini salah satu bukti video RSO bisa dilihat di kanal Youtube LQ Indonesia Lawfirm: https://youtu.be/R1wXdpd_5AY

"Dalam video tersebut, terlihat RSO berbicara dan memberikan iming-iming jika dulu dapat bunga, maka nanti peserta Investor akan mendapatkan Dividen, setelah banyak masuk dana, beberapa bulan kemudian Mahkota menyatakan gagal bayar dan hingga kini  jangankan janji bunga dan Dividen, Modal saja tidak bisa ditarik," katanya.

Di sini masyarakat bisa melihat jelas, mengapa LQ melaporkan RSO sebagai salah satu terlapor, nanti pembuktian di pengadilan. Namun, RSO harus gentle dan datang ke Polda Metro Jaya dan memberikan keterangan, taati hukum yang berlaku.

LQ akan terus mengawal, tidak peduli pejabat setinggi langit tapi proses hukum harus ditegakkan jika ada bukti awal, harus diproses hukum. Jika nanti ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya akan meminta agar para terlapor termasuk RSO segera ditahan karena bukti awal yang dimiliki sudah cukup sesuai Pasal 184 KUHAP.

"Masyarakat tolong bantu awasi kasus ini, kawal agar menjadi bukti janji Kapolri bahwa hukum akan tajam pula ke atas," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini