Share

Kasus Covid-19 Melonjak, Satgas Beri Atensi Kawasan Aglomerasi Jabodetabek

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 21 Januari 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 337 2535715 kasus-covid-19-melonjak-satgas-beri-atensi-kawasan-aglomerasi-jabodetabek-8N8rmNkv0l.jpeg Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita (foto: dok Satgas Covid-19)

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Tanah Air pasca libur Natal dan Tahun Baru terus melonjak. Kemarin, konfirmasi positif Covid-19 bertambah 2.116 kasus dalam sehari. Ditambah lagi, potensi kenaikan kasus varian Omicron.

Merespon hal ini, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, wilayah aglomerasi seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) harus diberikan atensi khusus.

Baca juga:  Omicron Mengganas, Total 1.027 Orang di Jakarta Terpapar

Mengingat, potensi importasi kasus lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi lebih tinggi akibat mobilitas penduduk dan perlu disikapi kekompakan antar Pemerintah Daerah terkait.

“Untuk itu dimohon Gubernur, Walikota maupun bupati, khususnya pada provinsi yang sedang mengalami kenaikan kasus untuk terus memantau kondisi kasus dan mengoptimalisasi koordinasi dalam pengendalian Covid-19,” tegas Wiku dikutip dalam keterangan yang diterima, Jumat (21/1/2022).

Baca juga:  Berkurang 49, RSDC Wisma Atlet Rawat 2.578 Pasien Covid-19 Malam Ini

Wiku pun memberikan contoh, saat ini ibukota DKI Jakarta berada dalam PPKM level 2 sehingga pengendalian Covid-19 akan menyesuaikan kondisi kasus yang direpresentasikan dari ketetapan level tersebut. Kondisi di ibukota sangat mempengaruhi sejumlah daerah lain yang masuk aglomerasi yakni yang masuk kawasan Jabodetabek.

“Maka perlu adanya kekompakan antar Pemerintah Daerah untuk mengupayakan strategi pencegahan penularan kasus,” tambah Wiku.

 

Disamping itu, fasilitas isolasi dan karantina terpusat di Indonesia saat ini tersebar di berbagai lokasi. Berdasarkan data per 20 Januari 2022, fasilitas karantina terpusat tersebar di wisma dan hotel. Seperti di Rusun Nagrak Cilincing dengan BOR 24,9% dari 7.040 bed (tempat tidur) yang tersedia, kemudian Rusun Pasar Rumput Manggarai dengan BOR 58% dari 5.946 bed tersedia.

Sedangkan Wisma Atlet Pademangan dengan BOR 56,6% dari 5.796 bed yang tersedia, serta 134 hotel dengan total bor 45,8% dan total kapasitasnya 16.513 kamar. Sedangkan berdasarkan data per 16 Januari 2022, diketahui bahwa fasilitas isolasi terpusat ditempatkan di rumah sakit rujukan Covid-19 tertentu dan beberapa hotel rujukan yang hanya difungsikan untuk upaya isolasi sebagai fasilitas tambahan.

Dengan rincian jumlah bed di RSDC Wisma Atlet sebanyak 5.939 bed, rumah sakit untuk pelaku perjalanan luar negeri diantaranya RS Sulianti Saroso, RS Ciputra Garden, RS Mitra Keluarga Kalideres, dan RS Siloam Mampang dengan total kapasitas dan sebanyak 286 bed.

Dan Hotel isolasi diantaranya C One Pulomas, Hotel Matsuri, Hotel Grand Cempaka, Hotel Alia Cikini Hotel D'arcici Al Hijrah, Hotel D'arcici Plumpang dengan kapasitas sebanyak 565 bed.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini