Share

Pasukan Elite TNI Pratu Sahdi Dikeroyok hingga Tewas, Semua Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 21 Januari 2022 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535424 pasukan-elite-tni-pratu-sahdi-dikeroyok-hingga-tewas-semua-pelaku-sudah-ditangkap-polisi-Io9nlcUOHh.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Semua pelaku pengeroyokan anggota TNI AD bernama Pratu Sahdi (22) akirnya tertangkap. Diduga ada tujuh orang yang pelaku pengeroyokan yang sudah ditangkap dan satu orang lainnya hanya mengantar ke tempat kejadian perkara.

Dirkrimun Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan ada tiga orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu bernama Sapri, Ardi dan Baharudin yang merupakan aktor utama pengeroyokan.

"Pelaku yang menusuk dan pengeroyokan sudah ditangkap. Mereka ditangkap di Muara Baru Rabu kemarin," ujar Tubagus dihubungi Kamis (20/1/2022).

Meski demikian satu orang dari tiga DPO disebut tidak terlibat dalam pengeroyokan Pratu Sahdi hingga tewas. Kata Tubagus, dia hanya membantu mengantarkan pelaku ke tempat pengeroyokan.

Aksi tindak pidana pengeroyokan itu sendiri terjadi di kawasan di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (16/1/2022) dini hari.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya sudah menangkap empat orang pelaku pengeroyokan anggota TNI Pratu Sahdi (22) hingga tewas. Dari empat pelaku yang ditangkap tiga diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang masih dilakukan pendalaman serta tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran petugas.

"Ditkrimum, Polres Jakarta Utara dan Polsek Penjaringan membuat tim bekerja secara bersama-sama dari Direktorat dari Polres dan juga dari polsek melakukan dengan hasil pada hari Selasa kita sudah mengamankan empat oran," jelas Ditkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.

Menurut Tubagus, motif para tersangka melakukan tindak pidana pengeroyokan tersebut karena kesalahpahaman. Dalam peristiwa ini ada tiga orang yang menjadi korban. Satu diantaranya meninggal dunia seorang anggota TNI. Lalu dua warga sipil mengalami luka parah dan masih dalam perawatan di salah satu rumah sakit.

"Korban dari prajurit TNI selanjutnya dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia. Sementara dua orang lainnya yang anggota masyarakat sipil saat ini masih dilakukan pengobatan masih dirawat di rumah sakit dengan karakteristik luka berat," tutur Tubagus.

Lanjut Tubagus, diduga pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI itu berjumlah delapan orang. Empat pelaku telah ditangkap di waktu yang berbeda. Kemudian tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran atau masuk dalam daftar DPO. Namun demikian, ketiga DPO itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kemudian masih ada yang belum tertangkap kepadanya sudah ditetapkan sebagai tersangka statusnya adalah masuk dalam daftar pencarian orang," ungkap Tubagus.

Dari penangkapan para tersangka, kata Tubagus, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu pasang sepatu boot, satu buah kaos warna hitam dan celana pendek motif kotak-kotak. Kemudian satu setel pakaian yang dipakai saat kejadian, satu setel pakaian yang digunakan oleh korban saat kejadian.

Atas perbuatannya para pelaku disangkakan dengan pasal 80 ayat 1 UU No 35 tahun 2014 sub pasal 170 KUHPidana dan 351 KUHP tentang penganiayaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini