Share

Dituding Kabur dari Kasus Dugaan Penipuan, Kuasa Hukum Raja Sapta Oktohari Geram

Tim Okezone, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535409 dituding-kabur-dari-kasus-dugaan-penipuan-kuasa-hukum-raja-sapta-oktohari-geram-bDMApSKPrv.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kuasa hukum Raja Sapta Oktohari (RSO), Natalia Rusli mengultimatum pernyataan LQ Indonesia Lawfirm di akun media sosialnya terkait kasus yang menimpa kliennya tersebut. Ada empat bagian tulisan yang menjadi perhatian dan terbuka untuk dibawa ke proses hukum.

Salah satunya adalah, Dugaan Pidana Penipuan Terhadap Terlapor Raja Sapta Oktohari naik ke Penyidikan. LQ Indonesia Lawfirm: Penyidik Sekarang Bisa Jemput Paksa Jika Terlapor 2x Mangkir.

 Baca juga: Tipu Wanita Lewat Medsos, Pria Pengangguran Bawa Kabur Motor dan Uang

Natalia menegaskan, dalam urusan apapun juga, terlebih penegakan hukum di Indonesia, RSO tak akan lari atau mangkir.

"Ini ditandai dengan adanya SPDP yang ingin dikirimkan penyidik tapi RSO mengambilnya langsung dengan didampingi kuasa hukum," ujar Natalia, Kamis (20/1/2022).

Baca juga:  Bandar Arisan Online Ditangkap Usai Tipu Warga Ratusan Juta

Lebih lanjut Natalia menyampaikan, RSO hingga sampai hari ini belum pernah diperiksa penyidik terkait persoalan investasi di PT Mahkota. Hal ini dikarenakan, hingga saat ini RSO belum pernah menerima undangan klarifikasi tersebut.

Bagi Natalia, RSO merupakan sosok yang memperjuangkan berkibarnya Merah Putih di kancah internasional. Prestasi tersebut diraih dalam kiprahnya di bidang olahraga dan bidang lainnya.

"Ini tentu bertolak belakang dengan yang disampaikan LQ Indonesia Lawfirm. RSO sudah berjuang untuk bangsa dan negara, jadi tudingan LQ Indonesia Law Firm itu salah alamat," tegas Natalia.

Dengan hanya dipublikasikannya SPDP RSO tersebut pun menjadi keheranan tersendiri bagi Natalia. Baginya, ada sekelompok orang yang bernaung di kantor pengacara, yang sentimen dan ingin menjatuhkan wibawa RSO di masyarakat.

"Sebagai lembaga, LQ Indonesia Law Firm harus berkaca, Alvin Lim itu mantan narapidana. Biar tau kalian," tandas Natalia.

Terkait salah satu pasal yang dilaporkan terhadap RSO yang dituding menghimpun dana nasabah tanpa izin BI, Natalia membantahnya. Natalia menyebut bahwa penghimpunan berdasarkan fakta yang ada.

Disebutkan Natalia, dalam suatu kesempatan RSO memberikan sambutan kepada para nasabah di bulan November 2019. Ini artinya, lanjut Natalia, bahwa RSO tidak pernah membujuk rayu dan mengajak para nasabah tersebut ke PT Mahkota.

"Yang ada adalah para nasabah-nasabah yang menjadi pelapor bisa dibuktikan bilyetnya itu dibuat bulan Juni 2017," jelas Natalia.

Dengan kondisi ini, tutur Natalia, para nasabah tersebut telah menikmati bunga investasi selama bertahun-tahun sebesar miliaran rupiah. Jadi, berita hoaks yang dilemparkan LQ Indonesia Lawfirm hanya semata-mata menjatuhkan reputasi RSO.

"Ini semua didalangi oleh oknum lawyer yang mau memikirkan kantong dan kepentingan sendiri," sambungnya.

Ketika disampaikan tudingan bahwa RSO tidak pernah mau bertanggung jawab atau tidak ada itikad baik, Natalia beranggapan sebagai sesuatu yang tidak benar sama sekali. Justru, katanya, pada tahun 2020, LQ Indonesia Lawfirm meminta agar PT Mahkota membereskan persoalan ini lewat seorang mediator namun tidak digubris. Ini dikarenakan PT Mahkota memikirkan mau mengganti atau memberikan sesuatu win-win solution langsung kepada nasabah.

"Mereka yang meminta Rp20 miliar di muka untuk kepentingan pribadi," ungkapnya.

Karena dinilai tidak wajar, kata Natalia, permintaan tersebut tidak diberikan karena PT Mahkota tetap harus memberikan pelayanan kepada seluruh nasabah se-Indonesia, bukan untuk yang mau mencari keuntungan seperti itu.

Atas alasan itu pula, Natalia meminta kepada pihak Polda Metro Jaya untuk segera menetapkan Alvin Lim sebagai tersangka.

"Saya selaku kuasa hukum meminta Polda Metro Jaya segera menetapkan Alvin Lim sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik RSO," pintanya.

Alasan penetapan Alvin Lim sebagai tersangka disebutkan Natalia sudah jelas, bahwa sudah jelas ada segerombolan orang yang mau menjatuhkan reputasi dirinya dan RSO.

"Dan ini akan meneruskan laporan yang sudah naik penyidilan dan tinggal penetapan tersangka. Perkaranya ada di Subdit Cyber Ditreskrimsus," paparnya.

Natalia juga menyinggung tentang perilaku para pelapor yang dinilainya bermain investasi, punya motif untuk menghilangkan kewajiban untuk membayar pajak ke negara yang nilainya besar.

"Ini telah menjadi temuan Ditjen Pajak. Mereka diduga melakukan penggelapan pajak," ucapnya.

Atas tulisan LQ Indonesia law Firm di instagram, Natalia juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana membuat laporan polisi. "Ini sedang kita persiapkan dan akan secepatnya dilaporkan," tegasnya.

Bagi Natalie, cara- cara kotor yang dilakukan LQ Indonesia Law Firm sudah kuno dan tidak layak digunakan lagi. "Katanya pengacara hebat tapi bicaranya seperti pengacara kampungan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini