Share

Jenderal Kopassus Ini Marah Serda Miskel Ditembak KKB: Selangkah Pun Kami Tidak Mundur!

Antara, · Jum'at 21 Januari 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535347 jenderal-kopassus-ini-marah-serda-miskel-ditembak-kkb-selangkah-pun-kami-tidak-mundur-EbZjYRofDm.jpg Foto:Antara

MANOKWARI - Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengutuk keras pelaku penyerangan lima prajurit TNI oleh KKB Teroris, Kamis (20/1/2022) pagi.

Kelimanya terlibat baku tembak saat melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat di wilayah Distrik Aifat Timur kabupaten Maybrat Papua Barat.

(Baca juga: Profil Yon Zipur 20/PPA, Tempat Serda Miskel yang Tewas Ditembak Teroris KKB Bertugas)

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Arm. Hendra Pesireron menyatakan bahwa Panglima beserta keluarga besar Kodam XVIII Kasuari Papua Barat berduka atas gugurnya Sersan Dua Miskel Rumbiak dalam serangan kelompok biadab tersebut.

"Kami kehilangan satu putra asli Papua, putra terbaik bangsa Sersan Dua Miskel Rumbiak yang mengabdi untuk tanah dan masyarakatnya, namun diperlakukan tidak manusiawi oleh KKB Maybrat," ujar Kapendam mengutip pernyataan Panglima Kodam Kasuari, Kamis (20/1/2022).

(Baca juga: Breaking News! 1 Prajurit TNI AD Gugur saat Baku Tembak dengan Teroris KKB)

Nyoman Cantiasa yang lama malang melintang di Korps Baret merah Kopassus, mengatakan bahwa Sersan Dua Miskel Rumbiak bersama empat anggota korban luka-luka, diserang KKB saat sedang melaksanakan tugas pembinaan teritorial untuk kepentingan masyarakat lokal di Distrik Aifat Timur.

"Prajurit Yon Zipur 20/PPA sedang membangun sarana jembatan penyeberangan, satu-satunya akses penghubung antara kampung Fankario dan kampung Kamat di Distrik Aifat Timur kabupaten Maybrat, tapi mereka lalu diserang KKB," ujar Kapendam.

Panglima Kodam Kasuari juga menegaskan, bahwa ancaman hingga serangan nyata KKB di wilayah Maybrat, tidak menyulutkan semangat perjuangan TNI dalam mempertahankan kedaulatan NKRI di tanah Papua Barat.

"Selangkah pun kami tak mundur dengan serangan ini, kami akan tetap berjuang untuk mempertahankan kedaulatan NKRI," tukas Panglima.

Lebih lanjut Kapendam menyatakan bahwa diduga kuat kelompok penyerang lima prajurit Yon Zipur 20/PPA berasal dari kelompok yang sama yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

"Kuat dugaan kami bahwa mereka adalah kelompok KNPB Maybrat yang sudah berstatus DPO pasca-penyerangan pos Koramil persiapan di kampung Kisor September 2021 lalu," ujar Kapendam.

Sekilas Kapendam menjelaskan, bahwa prajurit Batalyon Zeni Tempur 20/Pawbili Pelle Alang atau disingkat Yon Zipur 20/PPA merupakan Batalyon Zeni organik Kodam XVIII/Kasuari.

"Nama satuan ini diambil dari bahasa daerah setempat, yakni Pawbili: Membangun, Pelle: Bertempur, Alang: Prajurit, yang dimaknai sebagai Prajurit yang siap Bertempur dan Membangun," tutur Kapendam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini