Share

KPK Bakal Sikat Politikus dari Berbagai Warna Partai jika Terbukti Korupsi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535313 kpk-bakal-sikat-politikus-dari-berbagai-warna-partai-jika-terbukti-korupsi-KHoy3kiNLz.jpg Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron menegaskan bahwa pihaknya tidak mengincar partai politik (parpol) tertentu dalam melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). KPK bakal menangkap politikus serta pejabat negara dari berbagai warna partai jika terbukti melakukan korupsi.

Demikian ditekankan Ghufron setelah Bupati Langkat dari Partai Golkar, Terbit Rencana Perangin Angin ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sedikitnya, ada tiga politikus Golkar yang dijerat KPK dalam beberapa waktu belakangan ini. Mereka yakni, Dodi Reza Alex Noerdin; Rahmat Effendi; serta Terbit Rencana Perangin Angin.

"Kami bukan mengejar warna ataupun kemudian menghindari warna. Warnanya kuning, merah, hijau, ataupun biru, kalau tidak memenuhi alat bukti kami tidak akan mungkin menangkapnya," kata Ghufron saat dikonfirmasi, Kamis (20/1/2022).

 Baca juga: Hakim PN Surabaya Kena OTT KPK, Ini Tanggapan MA

"Sebaliknya, kalau warnanya tidak warna tertentu, tapi memenuhi alat bukti, tentu kami akan melakukan proses hukum," imbuhnya.

Ghufron menjelaskan bahwa semua warga negara sama di hadapan hukum. Jika terdapat warga negara yang terlibat dan terbukti melalui korupsi, maka KPK tak segan untuk menjeratnya. Termasuk para politikus dari berbagai warna partai.

"Jadi, di hadapan kami tidak ada warna. Di hadapan KPK semuanya adalah berdasarkan syarat dan ketentuan, dan tentu kami akan melakukan prosedurnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di hadapan kami adalah sama," terangnya.

Baca juga:  Breaking News: KPK OTT Lagi, Tangkap Pejabat Pengadilan di Surabaya

Dibeberkan Ghufron, KPK selama ini bekerja berdasarkan kecukupan bukti. Termasuk dalam menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT). Di mana, lara pihak yang terjaring OTT KPK, diamankan setelah adanya kecukupan bukti.

"KPK menegaskan bahwa KPK itu menangkap setiap warga negara yang karena keadaannya berdasarkan alat bukti yang cukup patut diduga sedang atau sesaat setelah melakukan tindak pidana korupsi," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini