Share

Relokasi PKL Malioboro, Ketua DPD: Harus Win-Win Solution, Jangan Sampai Merasa Diusir

Tim Okezone, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535252 relokasi-pkl-malioboro-ketua-dpd-harus-win-win-solution-jangan-sampai-merasa-diusir-YNunIkw4jF.jpg Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti (Foto: Dok DPD RI)

JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia berharap tidak ada pihak yang dirugikan dari relokasi.

Senator asal Jawa Timur itu pun mendesak kebijakan yang diambil dapat saling menguntungkan alias win-win solution. Dia mengaku mendukung penataan kawasan Malioboro dengan status heritage dari UNESCO. Bahkan, mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta untuk mendukung Malioboro menjadi kawasan Warisan Budaya Dunia.

"Tentu hal ini akan berdampak pada PKL dan harus direlokasi ke tempat lain," kata LaNyalla, Kamis (20/1/2022).

Baca Juga: Ketua DPD RI Dorong Realisasi Proyek Strategis Nasional di Jatim

Hanya saja, LaNyalla juga tak mau relokasi itu merugikan PKL yang sejak lama mengais rejeki. Sebab, PKL juga berkontribusi besar bagi pergerakan perekonomian dasar masyarakat di Yogyakarta.

"Maka saya meminta relokasi PKL Malioboro agar win-win solusion. Jangan sampai PKL merasa diusir dari kawasan Malioboro yang selama ini menghidupi mereka," harapnya.

LaNyalla meminta penataan kawasan Malioboro dilakukan secara komprehensif yang juga menyasar kepada nasib para PKL.

"Dalam konteks pariwisata, keberadaan mereka juga mendukung sektor tersebut bagi wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh, mencicipi kuliner khas lokal dan lain sebagainya. Ini juga harus dipikirkan. Maka, kita harus berpikir secara komprehensif saat menata kawasan Malioboro," saran LaNyalla.

Baca Juga: Ketua DPD RI Tegaskan Kunjungi Kerajaan Bukan Cari Gelar, Tapi Tugas Konstitusi

Sebagai solusi, relokasi PKL berada di kawasan yang dapat dijangkau oleh wisatawan yang tengah menikmati suasana kawasan Malioboro. Dengan begitu, kawasan Malioboro tertata rapi, namun PKL tetap dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan.

"Penataan kawasan PKL juga sedapat mungkin harus bisa menjadi kawasan baru bagi wisatawan sebagai destinasi baru untuk berburu oleh-oleh, penganan khas lokal dan lain sebagainya," ucapnya.

Di Malioboro, terdapat sekitar 1.700 PKL. Mereka menolak direlokasi ke tempat lain. Relokasi dipastikan akan berdampak pada pendapatan perekonomian mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini