Share

Datangi Bareskrim, Laporan Pemuda Gereja soal Ceramah Ustadz Abdul Somad Ditolak

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535218 datangi-bareskrim-laporan-pemuda-gereja-soal-ceramah-ustadz-abdul-somad-ditolak-u9e5jgQaRp.jpg Ustadz Abdul Somad (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI) melaporkan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Bareskrim Polri terkait dugaan penistaan agama. Namun, laporannya ditolak.

"Kami ke sini untuk menyampaikan laporan polisi atas pernyataan Ustadz Abdul Somad yang sampai saat ini masih beredar di media sosial (medsos), tapi kecewa (laporan) kami ditolak," kata Ketua Umum PPGI Maruli Tua Silaban di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu 19 Januari 2022.

Baca Juga:  MUI : Kasus M Kece dan Ustadz Yahya Waloni Harus Dijadikan Pelajaran Berharga

Menurut Maruli, dugaan penistaan agama yang hendak dilaporkan tersebut terkait dengan pernyataan UAS soal 'Salib didiami jin kafir, karena patung yang tergantung di situ. Begitu juga simbol palang merah di ambulans, itu lambang kafir'.

"Pernyataan itu merupakan bukti yang sempurna, adanya niat dan disiarkan pada kesadaran yang tinggi untuk menista/menodai ajaran agama umat Kristiani," tutur Maruli.

Maruli menyebut, Bareskrim Polri menolak laporan tersebut dengan alasan kurangnya alat bukti yang dimiliki oleh pelapor. "Menurut kami perbuatan Ustadz Abdul Somad itu telah memenuhi syarat, karena secara nyata niat perbuatannya telah melanggar memasuki ajaran agama orang lain," ujarnya.

Baca Juga:  Diisukan Dipukuli, Kondisi M Kece Baik-Baik Saja

Maruli mengaku masih mempertimbangkan untuk melengkapi alat bukti. Ia menyebut sejatinya kasus ini telah dilaporkan pihak lain di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Namun, kata dia, hingga saat ini tidak ada kepastian hukum dalam kasus tersebut. Apakah ada delik pidana atau tidak. Maka itu, dia memilih datang ke Bareskrim Polri agar ada sikap kepolisian untuk menindaklanjuti kasus dugaan ujaran kebencian UAS.

"Kalau dibiarkan akan mengganggu kenyamanan dalam bekeyakinan, termasuk dalam investasi, dan negara di sini menurut hemat kami untuk membuktikan rasa kepastian berkeyakinan dan keadilan itu negara abai," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini