Share

2 Tersangka Jaringan Penyelundup PMI Ilegal ke Malaysia Ditangkap

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535099 2-tersangka-jaringan-penyelundup-pmi-ilegal-ke-malaysia-ditangkap-Ufy9vIjv4r.jfif Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Polda Kepulauan Riau (Kepri) menangkap dua tersangka I dan R yang merupakan jaringan dari penyelundup Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Negara Malaysia.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt menjelaskan, awal mula penangkapan itu, saat jajarannya menggagalkan upaya penyelundupan PMI ke Malaysia secara ilegal.

"Terdapat 11 orang perempuan Pekerja Migran Indonesia yang akan di berangkatkan tanpa dilengkapi dokumen resmi pada sebuah rumah kosong di Pulau Juda Kecamatan Moro Kabupaten Karimun Provinsi Kepri," kata Harry dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Baca juga:  Pulang dari Malaysia, 17 Pekerja Migran Ilegal Diamankan TNI AL di Asahan

Selanjutnya dari hasil informasi, kata Harry, tim melakukan pemeriksaan terhadap sebuah rumah milik tersangka Inisial I di Pulau Pasai, Moro, Karimun yang diduga sebagai tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia.

"Di rumah tersebut tim tidak menemukan PMI dikarenakan telah melarikan diri sebelum Tim datang. Namun dari rumah tersebut Tim menemukan satu unit speedboat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk Yamaha 2 x 200 PK yang berada juga tidak jauh dari rumah tersangka inisial R yang diduga digunakan untuk mengangkut PMI ke Negara Malaysia," ujar Harry.

Baca juga:  28 Pekerja Imigran Ilegal Gagal Pergi ke Malaysia

Kemudian, Harry menyebut, pada hari Senin 17 Januari 2022 sekira, tim kembali mendapatkan informasi bahwa PMI yang berasal dari rumah penampungan milik tersangka inisial R telah berangkat dari Pulau Pasai, Moro, Karimun menuju Batam dengan menumpang Speed Boat Pancung.

"Kemudian tim mengamankan empat orang PMI di Pelabuhan Sagulung Batam," ucap Harry.

 

Di hari yang sama, polisi menangkap tersangka inisial R di Dusun Sulit Desa Rawajaya, Moro, Karimun dan juga mengamankan tujuh orang PMI yang diduga melarikan diri pada saat Tim melakukan pemeriksaan di rumah penampungan tersangka inisial I.

“Sebanyak 22 Pekerja Migran Indonesia yang akan di berangkatkan tanpa dilengkapi dokumen resmi berhasil diselamatkan oleh Ditpolairud Polda Kepri. Terdiri dari 11 (sebelas) orang Perempuan dan 11 (sebelas) orang Laki-laki," tutur Hary.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Pasal 81 dan Pasal 83 dengan ancaman paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp15.000.000.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini