Share

Kisah Kutukan Kematian Gadis Cantik Desa Ciherang di Usia 19 Tahun

Mohammad Adrianto S, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535077 kisah-kutukan-kematian-gadis-cantik-desa-ciherang-di-usia-19-tahun-kbHWzwErGo.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Desa Ciherang, terletak di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, konon memiliki mitos kutukan misterius yang membuat gadis cantik di desa ini tidak bisa hidup sampai usia 19 tahun.

Adalah Nyi Ratna Herang, yang melontarkan kutukan tersebut menjelang kematiannya. Akibatnya, orangtua yang memiliki gadis cantik akan mengungsikan anaknya ke luar desa sebelum mereka berusia 19 tahun.

 (Baca juga: Kisah Kehebatan Rompi Ontokusumo Sunan Kalijaga Kalahkan Nyi Roro Kidul)

Nyi Ratna Herang sendiri konon adalah seorang penari ronggeng dari desa itu. Namun, semua fakta mengenai Nyi Ratna Herang dibantah oleh seorang sesepuh di desa Ciherang.

“Tolong minta diluruskan, semua cerita tentang Nyi Ratna Herang salah. Nyi Ratna itu bukan seorang penari ronggeng," ujar pria yang menjabat sebagai Kaur Kesra Desa Ciherang kepada wartawan.

Selaras dengannya, sesepuh lain bernama H Abung Kabul Supriyatna juga membantah cerita dan simpang siur mengenai Nyi Ratna Herang. Dirinya mengetahui cerita asli tersebut dari sebuah buku lama.

 (Baca juga: Duh! Polwan Ini Dipecat karena Selingkuh dengan Perwira Berpangkat AKBP)

“Nyi Ratna Herang adalah anak bungsu dari Raja Pajajaran di Bogor, dan selama hidupnya selalu dipinggit,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Nyi Ratna Herang juga diketahui memiliki kakak perempuan yang sudah bersuami, yang juga hidup di lingkungan kerajaan.

Kakak iparnya itu tidak pernah melihat wujud Nyi Ratna Herang. Suatu hari, dirinya melihat sosok perempuan ini di halaman kerajaan, dan terkejut bukan kepalang atas kecantikannya.

Sang kakak ipar yang terpesona dengan kecantikan Nyi Ratna Herang, meminta izin istrinya untuk mempersunting adik dari sang istri. Dan akhirnya, istrinya menyetujui keinginan sang suami.

Meskipun sang istri sudah memperbolehkan suaminya untuk memperistri Nyi Ratna Herang, dirinya merasa tidak enak hati kepada sang kakak. Nyi Ratna Herang menolak tawaran kakak iparnya untuk menjadi istri kedua.

Sang kakak ipar tidak lekas berhenti begitu saja. Dirinya terus menerus memaksa dan mengikuti Nyi Ratna Herang, memintanya untuk menjadi istrinya.

Hal ini membuat Nyi Ratna Herang kabur dari istana. Dirinya berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari kakak iparnya.

Hingga suatu hari, Nyi Ratna Herang sampai ke sebuah sawah yang tidak terurus lagi. Di sana, Nyi Ratna Herang memberi nama tempat tersebut sebagai Desa Panulisan.

Rupanya, kakak iparnya masih terus mengikuti Nyi Ratna Herang. Ini membuatnya harus kembali melarikan diri ke tempat lain.

Di manapun Nyi Ratna Herang berada, dirinya selalu dikagumi oleh penduduk setempat karena kecantikannya. Menurut H Abung, Nyi Ratna Herang kerap menjadi pujaan bagi warga sekitar.

“Mereka sangat mengagung-agungkan sosok Nyi Herang, sehingga tempat tersebut dikenal dengan Luragung,” terangnya.

Tetapi, tetap saja ini tidak bisa menghindarkannya dari kakak iparnya. Suatu waktu, Nyi Ratna Herang sampai di sebuah lokasi di mana air mengalir sangat jernih (herang), dan memutuskan untuk duduk di pinggir sana.

Lagi-lagi Nyi Ratna Herang didatangi oleh sang kakak ipar yang tidak kunjung menyerah. Akhirnya, Nyi Ratna Herang memutuskan kali ini untuk tidak melarikan diri, tetapi justru mengakhiri hidupnya saja.

Dirinya menceburkan diri ke perairan tersebut. Semula, kakak iparnya menunggu Nyi Ratna Herang hingga dia kembali ke permukaan.

Namun, akhirnya dia menyadari kalau Nyi Ratna Herang tidak akan kembali lagi, dan akhirnya memutuskan untuk pulang ke kerajaan.

Suatu ketika, air di situ tersebut mendadak surut dan menghilang, lalu muncul sebuah makam yang disinyalir sebagai makam Nyi Ratna Herang.

Makam yang posisinya di pinggir Sungai Cigede tersebut hingga kini kondisinya terkesan apa adanya. “Sudah pernah dicoba diperbaiki tetapi pemiliknya seperti menolak untuk dilakukan perbaikan,” ujar H Abung.

Dari berbagai penelusuran, Legenda Nyi Ratna Herang adalah seorang penari ronggeng yang mati karena diperebutkan dua jawara.

Menjelang kematiannya, Nyi Ratna mengeluarkan kutukan gadis cantik di Desa Ciherang tidak bisa hidup hingga usia 19 tahun. Mendapat keterangan tersebut, H Abung tidak bisa memberikan bantahan lebih jauh tentang cerita yang sudah beredar itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini