Share

Presiden Jokowi: Pandemi Berkepanjangan Timbulkan Luka yang Dalam

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535027 presiden-jokowi-pandemi-berkepanjangan-timbulkan-luka-yang-dalam-pWatDBzktk.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pandemi yang berkepanjangan telah menimbulkan luka yang dalam pada sektor tertentu. Di tengah upaya pemulihan ekonomi saat ini, dunia dan Indonesia diguncang varian Omicron. 

Meski agenda besar bangsa saat ini pemulihan ekonomi, Jokowi mengingatkan agar tetap waspada terhadap perkembangan Omicron yang kini mulai melonjak di Indonesia. 

"Meskipun kinerja ekonomi sektor riil terus membaik, tetapi kita harus tetap waspada terhadap perkembangan pandemi Covid-19 utamanya varian Omicron dan juga dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian," ujarnya dalam pertemuan tahunan industri jasa keuangan 2022 di Istana Bogor, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Omicron Melonjak, Presiden Jokowi: Kurangi Kegiatan di Pusat Keramaian

Selain menyebabkan persoalan kesehatan, pandemi juga menghadirkan krisis ekonomi. Setidaknya itu bisa ditandai dengan terjadinya kelangkaan energi, kontainer, pangan, kenaikan harga produsen hingga kelangkaan pangan. 

"Saya kira persoalan-persoalan itu harus terus kita ikuti karena dampaknya pasti ada terhadap negara kita," jelas Jokowi. 

Atas sekelumit permasalahan itu, Jokowi menilai pandemi Covid yang berkepanjangan telah menyebabkan luka yang begitu dalam. "Pandemi yang berkepanjangan betul-betul telah menimbulkan luka yang dalam bagi sektor-sektor tertentu," ucapnya.

"Dan di saat yang sama telah terjadi global supply chain disruption yang memicu peningkatan harga komoditas dunia dan menimbulkan inflasi global yang semakin tidak menentu," sambung Jokowi. 

Kepala Negara ingin strategi pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid yang belum berlalu dilakukan secara detail dan penuh kehati-hatian. "Agar tidak mengganggu upaya-upaya pemulihan yang sedang kita lakukan, " tutupnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini