Share

Kena OTT KPK, Kekayaan Hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Capai Rp2,1 Miliar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2535007 kena-ott-kpk-kekayaan-hakim-pn-surabaya-itong-isnaeni-capai-rp2-1-miliar-GINIoMfuuv.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Tim Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat. Itong diduga menerima suap dari pengacara terkait penanganan perkara di PN Surabaya.

Selain Itong, juga diamankan Panitera Pengganti, M Hamdan dan seorang pengacara pada Rabu, 19 Januari 2022. KPK juga mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah terkait operasi senyap KPK terhadap penegak hukum di Surabaya tersebut.

Baca Juga:  Ini Identitas Hakim dan Panitera PN Surabaya yang Terjaring OTT KPK

Menilik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negera (LHKPN) milik KPK RI, Itong Isnaeni Hidayat tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp2.174.542.499 (Rp2,1 miliar). Harta kekayaan tersebut dilaporkan Itong pada Januari 2021 untuk periodik 2020.

Adapun, harta kekayaan Itong Isnaeni meliputi tanah dan bangunan seluas 167 M2/120 m2 di Kabupaten atau Kota Surakarta dan tanah seluas 330 m2 di Boyolali. Aset tanah dan bangunan milik Itong tersebut dilaporkan senilai Rp1,03 miliar.

Baca Juga:  OTT di Surabaya, KPK Periksa Panitera dan Pengacara yang Terjaring

Itong juga dilaporkan memiliki mobil merek Toyota Innova senilai Rp160 juta. Ia juga tercatat mempunyai harta bergerak lainnya sejumlah Rp22,5 juta. Itong juga memiliki kas dan setara kas Rp962 juta. Sehingga, total harta kekayaan Itong dilaporkan mencapai Rp2.174.542.499 (Rp2,1 miliar).

Saat ini, Itong, panitera pengganti, dan pengacara yang terjaring dalam OTT KPK, masih menjalani pemeriksaan awal di Surabaya. KPK berencana membawa ketiganya ke Jakarta. KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini