Share

Kasus Pelecehan Santriwati, Herry Wirawan Sampaikan Pembelaannya Hari Ini

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 20 Januari 2022 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2534929 kasus-pelecehan-santriwati-herry-wirawan-sampaikan-pembelaannya-hari-ini-aPDbr8u664.jpg Herry Wirawan (Foto : MPI/Istimewa)

BANDUNG - Terdakwa kasus pemerkosaan belasan santriwati hingga hamil dan melahirkan di Kota Bandung, Herry Wirawan bakal menyampaikan pembelaannya hari ini.

Pembelaan Herry bakal disampaikan Herry melalui sidang pledoi (pembelaan) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (20/1/2022).

Ira Margaretha Mambo, kuasa hukum Herry berharap, majelis hakim nantinya bakal menjatuhkan pidana yang seadil-adilnya terhadap kliennya itu.

"Kalau (meminta) seadil-adilnya udah pasti," ujar Ira.

Ira menjelaskan, pengadilan merupakan lembaga untuk mengadili bukan menghukum terdakwa, sehingga wajar jika pihaknya meminta majelis hakim menjatuhkan pidana yang adil untuk Herry.

"Memang pengadilan itu lembaga untuk mengadili, bukan menghukum. Jadi, kalaupun kami memohon hukuman yang seadil-adilnya, ya wajar. Seadil-adilnya saja," ungkapnya.

Baca Juga : Menanti Hukuman yang Pantas bagi Herry Irawan, Dituntut Hukuman Mati hingga Kebiri

Selain pembelaan disampaikan langsung oleh Herry, tambah Ira, pihaknya juga bakal menyampaikan pula simpulan dari analisis hukum yang telah dilakukan dengan didasarkan keterangan para saksi yang dihadirkan di persidangan.

"Simpulan kami, analisis hukum kami dari kesaksian, ahli, dan dakwaan serta tuntutan akan kami tuangkan di nota pembelaan kami," katanya.

Diketahui, Herry sendiri kini menghadapi ancaman hukuman mati sesuai tuntutan jaksa atas perbuatan bejatnya.

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Asep N Mulyana dalam sidang tuntutan kasus asusila yang dilakukan oknum guru sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Madani Boarding School itu.

"Dalam tuntutan kami, kami pertama menutut terdakwa dengan hukuman mati!" tegas Asep seusai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (11/1/2022).

Tidak hanya hukuman mati, lanjut Asep, pihaknya juga meminta hakim memberikan hukuman tambahan berupa kebiri kimia, membayar denda senilai Rp500 juta subsider 1 tahun kurungan, penyebaran identitas, hingga membekukan yayasan dan pondok pesantren yang dikelola oleh Herry Wirawan.

"Kami juga meminta hakim memberikan hukuman tambahan kebiri kimia," tegas Asep lagi.

Adapun pasal yang dikenakan kepada Herry Wirawan, yakni Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5) jo Pasal 78D UURI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No.41 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke Dua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang Jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini