Share

Siasat Cerdik Raden Wijaya Tewaskan 18.000 Tentara Mongol, Diserang Ketika Pesta Mabuk-mabukan

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2534853 siasat-cerdik-raden-wijaya-tewaskan-18-000-tentara-mongol-diserang-ketika-pesta-mabuk-mabukan-vQXO5oTjAJ.jpg Raden Wijaya. (Foto: Wikimedia Commons/Wikipedia)

PESTA kemenangan yang dilakukan oleh Pasukan Mongol berbuah petaka akibat serangan balasan Kerajaan Majapahit. Pesta ini dilakukan oleh gabungan pasukan Mongol dan Majapahit, tetapi sebenarnya Raden Wijaya menyiapkan serangan kilat di balik pesta tersebut.

Konon Raden Wijaya dan pasukannya yang ikut pesta sempat izin terlebih dahulu pulang meninggalkan lokasi pesta. Ternyata izinnya untuk pulang ini bukannya pulang ke rumah, melainkan menyiapkan pasukan Majapahit untuk balik menyerang. 

Sebulan sebelum kejadian tersebut, pasukan Majapahit lebih dulu menyusun serangan ke prajurit Mongol. Pada buku "Sandyakala di Timur Jawa : 1042 - 1527 M" dari tulisan Prasetya Ramadhan, dikisahkan bahwa Raden Wijaya kembali ke Tarik yang saat itu dihuni pasukan tentara Mongol. 

Raden Wijaya berhasil membunuh 200 orang prajurit Mongol yang mengawalnya ke Majapahit. Penumpasan pertama rombongan Mongol itu dilakukan oleh Sora dan Ronggolawe, dua panglima perang Majapahit yang merupakan paman dan keponakannya. 

Rombongan terus bergerak untuk menghabisi pasukan Mongol, yang saat itu tengah dilanda pesta mabuk kemenangan. Raden Wijaya membawa pasukan yang lebih besar. Dia menggerakkan pasukannya menuju kamp utama pasukan Mongol dan melancarkan serangan tiba-tiba. 

Baca juga: Kisah Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit yang Punya Ratusan Selir dan Anak

Raden Wijaya berhasil membunuh banyak prajurit Mongol, sedangkan sisanya berlari ke kapal mereka. Setelah mencapai sebuah candi, tentara Mongol disergap oleh tentara Jawa yang telah menunggu. Di pantai, armada pasukan Jawa yang dipimpin Rakryan Mantri Arya Ardikara menghancurkan sejumlah kapal Mongol. 

Pasukan Mongol mundur karena angin muson yang dapat membawa mereka pulang akan segera berakhir, sehingga mereka terancam terjebak di Pulau Jawa untuk enam bulan berikutnya. Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. 

Siasat cerdik Raden Wijaya memungkinkannya mengacaukan dan mengurangi sedikit demi sedikit pasukan Mongol. Selama pelarian, tentara Mongol kehilangan semua harta - harta rampasan perang yang didapat sebelumnya. 

Armada pasukan Jawa berhasil menghalau mereka untuk berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya. Total ada 12.000 - 18.000 tentara Mongol terbunuh, dengan jumlah orang yang ditawan tidak diketahui dan sejumlah kapal hancur. 

Sebelum berangkat, mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya sebagai ungkapan rasa kekesalan dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya. Jayakatwang sendiri sebelum dihukum mati di Pelabuhan Ujung Galuh, sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini