Share

Kronologi OTT di Langkat : Penyerahan Uang di Kedai Kopi hingga Bupati Sempat Kabur

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Kamis 20 Januari 2022 05:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 337 2534850 kronologi-ott-langkat-penyerahan-uang-di-kedai-kopi-hingga-bupati-sempat-kabur-t33SSGGWET.jpg Wakil Ketua KPK menjelaskan kronologi OTT di Langkat, Sumut. (Foto : MNC Portal/Raka Dwi Novianto)

JAKARTA - Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terbit diduga menerima sejumlah uang dari kesepakatan proyek.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menjelaskan, OTT tersebut berawal dari informasi masyarakat ke KPK pada 18 Januari 2022 terkait penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara atau pihak yang mewakilinya. Diduga ada komunikasi dan kesepakatan sebelumnya yang akan diberikan oleh saudara MR sebagai swasta.

“Tim KPK segera bergerak dan mengikuti beberapa pihak di antaranya saudara MR yang melakukan penarikan sejumlah uang di salah satu bank daerah di Kabupaten Langkat,” kata Nurul Ghufron dalam konferensi persnya, Kamis (20/01/2022).

Sementara itu, TRP dan ISK yang diwakilkan oleh MSA, IS dan SJ kemudian menunggu di salah satu kedai kopi. MR kemudian menemui ketiganya di kedai kopi tersebut.

“(MR) langsung menyerahkan uang tunai. Tim KPK langsung melakukan penangkapan dan mengamankan saudara MR, MSA, SJ dan IS,” ucap Ghufron.

Keempatnya kemudian dibawa beserta sejumlah uang ke Mapolres Binjai. Tim KPK kemudian melakukan pengembangan dan mengarah ke rumah TRP dan ISK, yang saat itu ternyata tak ada di lokasi.

Baca Juga : Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin Ditetapkan Tersangka Suap

“Saat tiba di lokasi diperoleh informasi bahwa keberadaan TRP dan ISK sudah tidak ada dan diduga menghindar dari pengejaran KPK,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“Tim KPK kemudian mendapatkan informasi TRP telah datang menyerahkan diri ke Polres Binjai dan sekitar pukul 15.45 WIB dilakukan permintaan keterangan ke yang bersangkutan,” katanya.

Seluruhnya kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK bersama barang bukti uang Rp786 juta. Hal ini untuk melalukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Barang bukti diduga hanya sebagian kecil dari beberapa penerimaan TRP melalui orang-orang kepercayaannya,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini