Share

Kisah Raja Majapahit Terbius oleh Kecantikan Putri Cempa

Alvin Agung Sanjaya, Okezone · Kamis 20 Januari 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 337 2534691 kisah-raja-majapahit-terbius-oleh-kecantikan-putri-cempa-GtfajFJNgv.jpeg Prabu Brawijaya V (Foto: sangpencerah.id)

JAM terbang Prabu Brawijaya V sebagai Raja Majapahit membuatnya banyak berhubungan dengan raja-raja di belahan dunia, terutama para raja di kawasan Asia Tenggara. Pada suatu hari, ia mendapatkan undangan persahabatan dari Raja Cempa (Thailand).

Dalam kesempatan itu, Prabu Kertabhumi diperkenalkan dengan dua orang putri Sang Raja, yakni Dewi Chandrawulan dan Dewi Dwarawati alias Dewi Andarawati.

"Putri kami yang pertama, Dewi Chandrawulan ini sudah dinikahi oleh Ibrahim al-Ghazi, ia dari daerah Bukhara (Rusia Selatan). Menantu kami ini datang jauh-jauh ke Negeri Cempa tujuannya untuk menjalankan syiar dakwah agama Islam dan alhamdulillah kami sekeluarga sudah menjadi muslim berkat bimbingan menantu kami ini," ujar Raja Cempa.

Baca Juga: Kehancuran Kerajaan Kediri Akibat Serangan Gabungan Pasukan Mongol-Majapahit

Detak jantung Prabu Brawijaya V berdetak kencang tatkala ia menatap kepada Dewi Dwarawati, putri Raja Cempa, yang hampir mirip antara orang keturunan China dengan Jawa. "Begitu rupanya lalu bagaimana dengan putri Paduka yang kedua, Dewi Dwarawati?" Prabu Brawijaya V menanggapi.

Nekat juga Prabu Brawijaya V buru-buru yang menanyakan jati diri putri Raja Cempa, Dewi Dwarawati. "Nah, kalau Dewi Dwarawati ini, putri kami yang kedua, dia masih belum menikah. Kalau kami tanya, dia selalu berdalih ingin memperdalam ilmu keagamaan Islam, terutama mengenai akhlaqul karimah," ujar Raja Cempa.

Baca Juga: 4 Tokoh Kerajaan Nusantara yang Alami Moksa, Prabu Jayabaya Salah Satunya

Dalam benak Sang Prabu, ia seperti menemukan intan mutiara yang mahal harganya setelah diperkenalkan dengan Dewi Dwarawati. "Tak salah lagi, inilah orangnya yang aku cari-cari selama ini!" gumam Prabu Brawijaya V.

Beberapa hari di wisma indah istana Negeri Cempa, rasanya membuat betah hati Prabu Brawijaya V untuk tinggal berlama-lama di sana. Bukan karena keindahan taman dan bangunan istana Negeri Cempa yang membuat Raja Majapahit itu merasa kerasan, tetapi karena di sana ada seorang bidadari yang berakhlak mulia.

Suatu hari Prabu Brawijaya V bertemu Dewi Dwarawati di taman sekitar Kerajaan Campa. "Apa yang Tuan Putri pernah dengar mengenai Majapahit?" pancing Sang Prabu.

"Banyak prajuritnya yang handal dan hebat, kekuasaannya yang luas, pertaniannya yang maju, tanahnya yang subur-makmur, dan perempuan Jawadwipa yang manis-manis," jelas Dewi Dwarawati.

"Terima kasih atas pujianmu, Tuan Putri" kata Prabu Brawijaya V merasa tersanjung. "Tapi kalau boleh jujur, sebenarnya kecantikan Tuan Putri lebih cantik daripada perempuan-perempuan Jawadwipa".

Rupanya Dewi Dwarawati yang masih polos itu tidak menyadari kalau dirinya sedang dirayu oleh Prabu Brawijaya V yang sering berpetualang dalam cinta. "Benar, Tuan Putri!" kata Sang Prabu Brawijaya V, kecantikan Tuan Putri tak ada yang membandingi. Sungguh betapa bahagianya pria yang mendapatkan cinta Tuan Putri."

Detak jantung Prabu Brawijaya V makin berdegup kencang. Berulangkali ia menelan air ludahnya sendiri karena merasa tak tahan melihat kecantikan putri Raja Cempa.

"Ini merupakan kesempatan yang baik bagiku untuk menyatakan cintaku kepadanya," kata Prabu Brawijaya V.

Ya, meskipun tak sedewasa Dewi Sari, namun sosok Dewi Dwarawati benar-benar mencerminkan kepribadian yang matang.

"Benar Tuan Putri, istriku memang banyak, namun aku belum memutuskan di antara istri-istriku yang menjadi permaisuri Raja. Maafkan aku, kalau Tuan Putri berkenan menjadi istriku, niscaya akan aku jadikan seorang permaisuri Raja," ujar Prabu Brawijaya V.

Mendapat tembakan panah cinta yang mendadak seperti itu pikiran Dewi Dwarawati seperti kosong-melompong. Ia tak tahu apa yang mesti dikatakan dan diperbuatnya. Prabu Brawijaya V menyarankan agar Dewi Dwarawati berdiskusi dengan ayahnya terkait hal tersebut.

"Aku tahu bahwa Tuan Putri nampaknya belum siap mendengarkan perkataanku. Tapi sebaiknya jangan dipikirkan sendiri, tetapi hendaknya Tuan Putri haturkan kepada Raja Cempa bagaimana tanggapannya?" jelas Prabu Brawijaya V.

Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit

 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini