Share

Eks Dirjen Kemendagri Diperiksa KPK soal Dana PEN

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 337 2534654 eks-dirjen-kemendagri-diperiksa-kpk-soal-dana-pen-XLZkJiY86p.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memeriksa mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), M Ardian Noervianto, hari ini, Rabu (19/1/2022). Ardian akan diperiksa sebagai saksi.

KPK akan mengorek keterangan Ardian soal kasus dugaan suap pengajuan pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah Tahun 2021.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setia Budi, Jakarta Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya.

Baca Juga:  Kejagung Sita 3 Kontainer Dokumen Terkait Korupsi Satelit Kemenhan

Ardian telah datang memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Penyidik juga telah merampungkan pemeriksaan terhadap Ardian pada sore hari ini. Usai diperiksa, Ardian mengaku dikonfirmasi oleh penyidik ihwal dana PEN.

"Iya, (ditanya) soal dana PEN. Soal prosedur saja," singkat Ardian di lobi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Adrian enggan merinci lebih jauh terkait prosedur pengajuan pinjaman dana PEN daerah di Kemendagri. Ia hanya mengaku dicecar lima pertanyaan oleh penyidik KPK. "Tanya penyidik ya (soal masalah dana PEN)," kata Adrian.

Baca Juga: Penahanan Bupati Kuansing Andi Putra Kembali Diperpanjang KPK

Ardian sebelumnya juga sempat diperiksa penyidik KPK sebagai saksi pada Selasa, 11 Januari 2022. Saat itu, penyidik mendalami keterangan Ardian terkait mekanisme dan dugaan pemberian uang untuk memperlancar pengajuan dana PEN daerah. 

"Dikonfirmasi antara lain terkait mekanisme pengajuan pinjaman dana PEN dan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk memperlancar proses pengajuan pinjaman tersebut," kata Ali Fikri, beberapa waktu lalu.

Sekadar informasi, KPK sedang mengusut kasus baru pengembangan dari penyidikan perkara yang menjerat Bupati nonaktif Kolaka Timur, Andi Merya Nur. Kasus baru tersebut yakni terkait dugaan korupsi pengajuan pinjaman dana PEN Daerah tahun 2021.

Dalam proses penyidikan tersebut, KPK telah menggeledah sejumlah lokasi di Jakarta, Kendari, dan Muna Sulawesi Tenggara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu lokasi yang digeledah di Jakarta yakni rumah mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri M Ardian Noervianto.

Ardian Noervianto dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. KPK juga telah mencegah Ardian untuk bepergian ke luar negeri. Namun, KPK belum mengumumkan secara utuh konstruksi perkara serta pihak-pihak yang jadi tersangka dalam kasus ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini