Share

Selisik Aliran Suap Wali Kota Bekasi, KPK Panggil 7 Saksi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 337 2534619 kpk-selisik-aliran-suap-hingga-pertemuan-bupati-bekasi-dengan-para-kontraktor-egUvfl8FD5.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa tujuh saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, pada Selasa, 18 Januari 2021, kemarin. Para saksi diperiksa untuk sekaligus melengkapi berkas penyidikan tersangka Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE).

Adapun, tujuh saksi tersebut yakni, Kadis Tata Ruang Kota Bekasi, Junaedi; Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Bekasi, Taufik R Hidayat; Kasi Dinas Lingkungan Hidup, Samad Saefuloh; Sekretaris Dinas Pendidikan, Krisman; Staf Disperkimtan Bekasi, Usman; Staf Keuangan PT MAM Energindo, Etti Satriati; serta dua pihak swasta, Tari dan Akbar.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran uang yang diterima tersangka RE yang diantaranya melalui perantaraan beberapa pihak," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (19/1/2022).

"Disamping itu, para saksi juga didalami lebih lanjut mengenai adanya dugaan pertemuan yang dipimpin tersangka RE untuk menentukan secara khusus mengenai pihak kontraktor yang akan mengerjakan beberapa proyek di Kota Bekasi," imbuhnya.

Diketahui sebelumnya, tim penindakan KPK menggelar OTT di daerah Bekasi, Jawa Barat dan Jakarta, pada Rabu, 5 Januari 2022. Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK mengamankan sebanyak 14 orang, yang salah satunya adalah Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan ditemukan kecukupan bukti, KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat.

Sebanyak sembilan tersangka itu yakni, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (RE); Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Bekasi, M Bunyamin (MB); Lurah Kati Sari, Mulyadi alias Bayong (MY); Camat Jatisampurna, Wahyudin (WY); dan Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi (JL). Kelimanya ditetapkan tersangka penerima suap.

Sementara empat orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka KPK yakni, Direktur PT MAM Energindo (PT ME), Ali Amril (AA); pihak swasta, Lai Bui Min alias Anen (LBM); Direktur PT Kota Bintang Rayatri (PT KBR), Suryadi (SY); serta Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin (MS). Mereka ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini