Share

Rincian Kerusakan Akibat Angin Kencang di Situbondo, dari Ringan hingga Berat

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 19 Januari 2022 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 337 2534547 rincian-kerusakan-akibat-angin-kencang-di-situbondo-dari-ringan-hingga-berat-bTYNUlBdj5.jpg Angin Kencang di Situbondo (Foto: BNPB)

JAKARTA - Angin kencang menyebabkan sejumlah rumah rusak di wilayah Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa 18 Januari. Peristiwa pada sore hari ini mengakibatkan kerusakan rumah warga dengan tingkat ringan hingga berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo menginformasikan lokasi terdampak berada di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo.

“Data kerusakan per hari ini, Rabu (19/1) tercatat sebanyak 22 rumah rusak dengan rincian rumah rusak berat 3 unit, rusak sedang 15, dan rusak ringan 4. Sebanyak 22 KK terdampak kejadian yang berlangsung pada 16.30 WIB,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (19/1/2022).

Sementara itu, peristiwa ini tidak menyebabkan terjadinya pengungsian atau pun korban luka-luka.

Menyikapi kejadian ini, BPBD dibantu TNI, Polri, pemerintah desa dan kecamatan melakukan penanganan darurat dengan membantu warga yang rumahnya rusak. Pihaknya juga masih melakukan kaji cepat untuk mengidentifikasi apabila ada kerusakan lain.

Berdasarkan prakiraan cuaca, secara umum Provinsi Jawa Timur berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang hingga tiga hari kedepan (22/1). Sementara di Kabupaten Situbondo, hari ini hingga esok hari (20/1) berpotensi mengalami hujan lebat.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Berbagai upaya pencegahan atau langkah penanganan dini dapat dilakukan di tingkat desa, misalnya seperti penyiapan peralatan evakuasi, tempat pengungsian sementara atau pun pemantauan dini prakiraan cuaca. “Masyarakat diimbau untuk menghindari pohon maupun bangunan yang berpotensi mengalami rubuh saat terjadi angin kencang,” kata Aam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini