Share

Kisah Jaka Budug dan Putri Kemuning Mandi Darah Naga Sakti

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 337 2534537 kisah-jaka-budug-dan-putri-kemuning-mandi-darah-naga-sakti-okqSpLwDPC.jpg Foto: isi dunia blogspot

JAKARTA - Kerajaan Ringin Anom merupakan salah satu kerajaan di masa lampau yang terletak di Ngawi, Jawa Timur. Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Aryo Seto.

Prabu Aryo Seto merupakan raja yang bijaksana dan cinta damai, membuat dirinya dicintai masyarakat. Dia mempunyai anak perempuan bernama Putri Kemuning.

(Baca juga: Fosil 'Naga Laut' yang Hidup 90 Juta Tahun Lalu Ditemukan di Sebuah Waduk)

Suatu waktu, Putri Kemuning terkena penyakit langka bernama keringat berbau tidak sedap. Prabu Aryo Seto yang amat mencintai sang putri, berusaha keras untuk menyembuhkan penyakitnya itu.

Suatu waktu, ketika Prabu Aryo Seto sedang bersemedi, dirinya mendapat bisikan yang mengatakan untuk mengadakan sayembara demi menyembuhkan sang putri.

"Barangsiapa yang dapat memetik daun Sirna Ganda yang tumbuh dalam gua di kaki gunung Arga Dumadi yang dijaga oleh seekor ular naga sakti dan selalu menyemburkan api dari mulutnya. Siapa yang berhasil memetik daun, akan mendapat hadiah sebagai menantu Sang Raja. Dan, daun sirna ganda harus dimakan oleh Putri Kemuning !" isi dari sayembara itu.

(Baca juga: Legenda Gunung Kelud yang Terbentuk dari Pengkhianatan Cinta Dewi Kili Suci)

Sayembara tersebut rupanya menarik perhatian banyak orang. Mereka ternyata tergiur akan hadiah yang diberikan oleh Prabu Aryo Seto jika berhasil menyelesaikannya.

Di hari ketujuh, seorang pemuda dengan penyakit budug datang untuk mengikuti sayembara itu. Dirinya diberikan julukan Jaka Budug.

Prabu Aryo Seto sejujurnya tidak ingin melihat pria macam Jaka Budug mengikuti sayembara. Terlebih, nantinya dia yang akan menikahi sang putri jika menang.

Namun, akhirnya Prabu Aryo Seto mengizinkan Jaka Budug terlibat dalam sayembara. Sebelum mengikuti sayembara, Jaka Budug meminta sang raja untuk mengizinkannya melihat keadaan Putri Kemuning.

Setelah itu, Jaka Budug bergegas untuk mengambil daun Sirna Ganda. Jaka Budug harus melewati sejumlah rintangan sebelum akhirnya daun itu berada di genggamannya.

Jaka Budug bertarung melawan naga sakti penjaga Pohon Sirna Ganda. Jaka Budug dengan gesitnya memainkan pedang yang dibawanya mengenai badan ular naga.

Badan naga yang terkena goresan pedang mengeluarkan darah dan mengenai badan Jaka Budug. Anehnya, badan Jaka Budug seketika menjadi halus dan bersih dari penyakit budug.

Setelah mendapat daun tersebut, Jaka Budug kembali ke kerajaan. Prabu Aryo Seto kebingungan mengenai pria yang entah datang dari mana ini bisa muncul begitu saja di hadapannya.

Lebih terkejut lagi ketika Prabu Aryo Seto kalau pria itu ternyata Jaka Budug. Pada akhirnya, Putri Kemuning berhasil sembuh setelah memakan daun Sirna Ganda, dan Prabu Aryo Seto menepati janjinya untuk membuat Jaka Budug menikahi sang putri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini