Share

Ingin Sujud Minta Maaf di DPR, Risma: Tidak Ada Salah Kopral, yang Ada Salah Jenderal

Widya Michella, MNC Media · Rabu 19 Januari 2022 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 337 2534467 ingin-sujud-minta-maaf-di-dpr-risma-tidak-ada-salah-kopral-yang-ada-salah-jenderal-kkXcHElRrI.jpg Mensos Tri Rismaharini sempat ingin bersujud minta maaf kepada Komisi VIII DPR RI (Foto: Tangkapan layar/Widya Michella)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini mengungkapkan permintaan maaf kepada Komisi VIII DPR RI. Permintaan maaf terkait sikap sikap jajarannya yang dinilai tidak pantas dalam berkomunikasi dengan pihak legislatif.

Saat meminta maaf, Risma terlihat ingin bersujud memohon maaf kepada jajaran Komisi VIII DPR RI yang hadir pada rapat kerja Rabu,(19/1/2022). Namun, sebelum bersujud dirinya dicegah oleh pimpinan Komisi VIII DPR RI.

"Saya sebagai pimpinan dan itu sering saya buktikan, saya selalu sampaikan tidak ada salah kopral, yang ada salah jenderal, saya jenderalnya di Kemensos karena itu saya atas nama siapa pun di Kemensos pak sekjen, saya minta nanti minta maaf. Kalaupun pak sekjen keluar harus minta maaf, baik secara pribadi saya minta maaf," ucap Mensos dalam raker bersama Komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Kala Ibu Tukang Ojek Menangis di Depan Mensos Risma

Mantan Wali Kota Surabaya ini mengakui adanya komunikasi yang buruk antar lembaga. Hingga Mensos ingin bersujud di depan komisi VIII DPR RI. "Kalau ada komunikasi tidak baik saya yang salah, saya yang minta maaf sebesar-besarnya. Kalau memang saya harus berada di tempat pak Ace dan saya duduk di bawah saya lakukan saya buktikan," ucap Mensos dengan perasaan tulus ingin bersujud.

Politikus PDIP ini mengaku kurangnya komunikasi tersebut tidak lain adanya ketegangan tim kemensos dalam menyalurkan bansos PPKM dan kemiskinan ekstrem. Namun, Mensos tidak menjelaskan secara detail daerah mana yang diberikan bantuan tersebut.

Mensos turut meminta agar Sekjen Kemensos, Harry Hikmat diperkenankan untuk meminta maaf kepada komisi VIII DPR RI.

"Bapak ibu semuanya, kalau memang ada yang tidak berkenan saya mohon dimaafkan, karena suasana di kami tegang sekali kami harus bansos ppkm jalan, kemiskinan ekstrem, kemungkinan kami harus penyaluran itu besar sekali. Saya pun sempat agak tegang, tapi saya mohon izin pak sekjen diperkenankan minta maaf," ucapnya.

Baca Juga: Mensos Risma: Secara Pribadi Saya Dukung Herry Wirawan Dihukum Kebiri!

Sebelumnya, dalam Raker Komisi VIII DPR dengan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini diawali dengan kekesalan seluruh anggota dan pimpinan Komisi VIII DPR.

Kekesalan mereka ditengarai oleh sikap dan cara komunikasi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat terhadap Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menyebut sikap Sekjen Kemensos dinilai sinis terhadap pekerjaan DPR RI sebagai fungsi pengawasan lembaga pemerintah.

"Saya terus terang saja, ketika ibu ke dapil saya, kemudian tidak memberitahu ke dapil kami padahal kesepakatan kita bersama dalam setiap kali ibu menteri ke dapil setidaknya diberikan informasi yang mengatur adalah Sekjen,"ujar dia.

"Sekjen waktu itu memang minta maaf, tapi setelah itu nyerocos, bilang apa yang saya lakukan itu sinis, bahwa saya diundang oleh kemensos tidak pernah datang. Apa urusannya bicara seperti itu?" ucap Ace.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini