Share

Kalah Perang, Selir dan Perempuan Cantik Kerajaan Mataram Dibawa Lari Sriwijaya

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 337 2534288 kalah-perang-selir-dan-perempuan-cantik-kerajaan-mataram-dibawa-lari-sriwijaya-G8L9Sing0n.jpeg Foto: istimewa

PENYERANGAN balasan Kerajaan Sriwijaya ke Kerajaan Mataram menuai keberhasilan gemilang. Serangan yang digalang oleh Raja Sri Cudamani Warmadewa ini tersusun rapi dan melumpuhkan Kerajaan Mataram. Bahkan sang raja Dharmawangsa mati terbunuh bersama pada pembesar dari Kerajaan Mataram.

Usaha penyerangan balasan Sriwijaya ke Mataram tak lepas dari peran serta Raja Wurawari, yang merupakan raja dari Kerajaan Lwaram, (sekarang kota Blora), yang juga merupakan sekutu dari Sriwijaya. Dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1527 M" tulisan Prasetya Ramadhan, saat itu Raja Wurawari mendengar bahwa Raja Dharmawangsa akan mengadakan pesta perkawinan anaknya di istana Medang.

Baca juga: Kehancuran Kerajaan Kediri Akibat Serangan Gabungan Pasukan Mongol-Majapahit

Seketika itulah ia menawarkan bantuan ke Raja Sriwijaya sekaligus mengajak untuk serta merta melakukan penyerangan ke Medang, ibu kota kerajaan. Serangan ini menjadi balasan atas serangan yang dahulu pernah dilakukan ke Sriwijaya oleh Raja Medang.

Baca juga: Legenda Gunung Kelud yang Terbentuk dari Pengkhianatan Cinta Dewi Kili Suci

 

Raja Sriwijaya Sri Cudamani Warmadewa kemudian menyusun strategi cerdik mengatur serangan ke istana Medang. Ia kemudian mengambil jalan lain, dengan menjalin persekutuan dengan Raja Wurawari dari Kerajaan Lwaram. Langkah itu dilakukan karena Sriwijaya menyadari pasti akan kalah jika berperang sendirian. Dengan persekutuan itu, maka dapat menghimpun kekuatan lebih besar.

Penyerangan balasan terhadap Kerajaan Medang Mataram menuai keberhasilan. Bahkan Kerajaan Mataram era Medang mendapat malapetaka yang besar. Istananya habis dibakar oleh gabungan pasukan lawan Sriwijaya dan Lwaram.

Sementara para selir dan perempuan cantik di istana Medang dibawa lari ke Sriwijaya. Sebagian ad yang dibawa ke Kerajaan Lwaram untuk dihadiahkan kepada Raja Wurawari. Dengan demikian, lenyaplah pusat pemerintahan Kerajaan Medang, maka para raja yang semula tunduk kepada Raja Dharmawangsa berani memerdekakan diri.

Mereka lebih senang berdiri membangun kerajaan sendiri dan pada terikat dengan kerajaan lain. Maka munculah kini sejumlah kerajaan kecil di daerah-daerah dekat ibu Kerajaan Medang, serta bekas wilayah kekuasaan Kerajaan Medang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini