Share

Ngaku Polisi, Napi Tipu Korbannya dari Dalam Lapas

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 337 2534192 ngaku-polisi-napi-tipu-korbannya-dari-dalam-lapas-6ZZEdIyRuW.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. (Foto : Sindonews)

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap aksi penipuan seorang pengedar narkoba narapidana (napi) penjara seumur hidup yang melakukan dugaan tindak pidana penipuan melalui media sosial (medsos).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, menjelaskan tersangka berinisial AAS melakukan aksi tersebut bersama dua tersangka lain yang berada di luar penjara. Mereka juga merupakan mantan napi.

"Tersangka atas nama AAS yang merupakan narapiadna atau warga binaan saat ini menjalani hukuman seumur hidup. Kasusnya ada kasus narkoba. Jadi melakukan aksi penipuan," kata Ramadhan kepada awak media di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (18/1/2022).

Ramdhan menjelaskan, tersangka mencari korban secara acak di medsos untuk diajak berkenalan. Setelah itu, tersangka berkomunikasi dengan korban RO melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Ramadhan menyebut, tersangka AAS semula mengaku sebagai anggota Polri dan menjalin komunikasi dengan korban. Hal tersebut dilakukan tersangka dari dalam lapas selama menjalani masa pidananya.

"Yang bersangkutan mengaku salah satu anggota Polri kemudian mengaku bertugas di Kota Medan yang akan pindah ke Jakarta," ujar Ramadhan.

Dalam membuat korban percaya, AAS dibantu dua tersangka lain berinisial H dan AZP. Keduanya berperan membuat sejumlah dokumen-dokumen palsu yang digunakan AAS dalam berkomunikasi dengan korban.

Baca Juga : Bandar Arisan Online Ditangkap Usai Tipu Warga Ratusan Juta

"Dia mengirimkan dokumen-dokumen mutasi atau perpindahan untuk meyakinkan dan juga merayu korban. Setelah lebih akbrab, tersangka meminta bantuan kepada korban dengan berbagai alasan," ucap Ramadhan.

Tersangka meminta korban mentransferkan sejumlah uang ke rekening yang telah disiapkannya. Rekening itu dikelola oleh temannya yang sudah tak mendekam di penjara.

Setelah modus itu terendus kepolisian, para tersangka diamankan di wilayah Rokan Hillir, Riau pada 18 November 2021. Penyidik turut mengamankan handphone, KTP, buku tabungan, kertas catatan, dan beberapa akses pin ke rekening penampungan.

"Banyak pasal yang dijerat untuk diterapkan kepada tersangka yang merupakan narapidana yang saat ini menjalani hukuman penjara seumur hidup," tutur Ramadhan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 51 ayat (1) dan (2) jo pasal 35 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 55 ke-1 jo 378 KUHP adn/atau Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 82 jo Pasal 83 Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini