Share

Omicron Melonjak, Presiden Jokowi: Kurangi Kegiatan di Pusat Keramaian

Antara, · Selasa 18 Januari 2022 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 337 2534073 omicron-melonjak-presiden-jokowi-kurangi-kegiatan-di-pusat-keramaian-a366deQBtT.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di pusat keramaian dan jika bisa bekerja dari rumah (work from home) untuk mengurangi risiko penularan Virus Corona Varian Omicron yang lebih cepat menular.

“Jika Bapak, Ibu, dan saudara sekalian tidak memiliki keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian, dan untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah, work from home (WFH), lakukanlah kerja dari rumah,” kata Presiden dalam keterangan pers dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, yang diikuti secara daring dari Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Selain itu, Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk tidak berpergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak.

Ia menjelaskan saat ini sedang terjadi tren kenaikan penularan kasus COVID-19 yang disebabkan Virus Corona Varian Omicron di Indonesia. Karena itu, masyarakat harus waspada namun tak perlu bereaksi berlebihan hingga menimbulkan ketakutan dan kepanikan.

Berbagai kajian dan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden, menyebutkan bahwa varian Omicron memiliki kemampuan lebih menular, namun gejalanya lebih ringan.

Baca juga: Jokowi : Tren Kasus Covid-19 Naik, Kita Harus Waspada

“Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya pulih tanpa harus dirawat di rumah sakit. Tapi sekali lagi kita harus waspada. Jangan jemawa dan gegabah,” ujar Presiden.

Baca juga: Kasus Omicron Meningkat, Jokowi Ingatkan Jangan Berpergian dan Bekerja dari Rumah

Presiden mengingatkan masyarakat untuk selalu berdisiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Saya tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan jangan lupa mencuci tangan. Intinya ikuti protokol kesehatan dengan disiplin,” katanya.

Pada Selasa ini, Kementerian Kesehatan menyampaikan kasus Omicron di Indonesia bertambah menjadi 840 kasus berdasarkan data terakhir pada Senin (17/1).

"Sejak Omicron terdeteksi pada 15 Desember 2021 sampai 17 Januari 2022 sudah ada 840 kasus positif Omicron," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Jika dirinci sebanyak 609 kasus Omicron terjadi pada pelaku perjalanan dari luar negeri,174 kasus transmisi lokal, dan 57 kasus masih diteliti sumber penularannya.

Baca juga: Jokowi: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022, Beroperasi Juni 2023

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini