Share

Sistem Peringatan Dini di Gunung Semeru Tak Sebaik Merapi

Kiswondari, Sindonews · Selasa 18 Januari 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 337 2534019 sistem-peringatan-dini-di-gunung-semeru-tak-sebaik-merapi-DTztn2xclH.jpg Dampak erupsi Gunung Semeru (Foto : MPI)

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, meletusnya Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, pada awal Desember 2021 lalu, menunjukkan perlunya sistem peringatan dini dan perintah evakuasi saat kontigensi.

Di mana sistem peringatan dini di Semeru, kata dia, tidak selengkap yang ada di Gunung Merapi

“Kita perlu belajar beberapa hal, pertama perlu sistem peringatan dini dan perintah evakuasi saat kontigensi. Saat semeru terkesan kejadian sebenarnya relatif cepat 1-2 jam. Kita sudah bicara dengan Kementerian ESDM, yang lebih lengkap di Merapi, peringatan dininya lebih lengkap,” kata Suharyanto dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Kemudian, Suharyanto melanjutkan, dari bencana tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, perlu juga belajar bahwa jangan membangun landakan yang tipis. Serta belajar dari bencana gempa bumi, bahan bangunan dari fasilitas publik harus tahan gempa.

Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Terpantau Setinggi 1.500 Meter

“Belajar dari kejadian longsor di Sumedang jangan sampai membangun di landakan tipis. Tata ruang berbasis mitigasi. Lalu gempa bumi, bahan bangunan, fasilitas publik harus tahan gempa,” ujarnya.

Namun, Suharyanto menjelaskan, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) sejak 2015-2021, nilai Indonesia adalah 2,01% atau terjadi penurunan setiap tahunnya sejak 2015.

Penurunan tersebut dapat diartikan positif karena berarti kapasitas bangsa Indonesia dalam menangani bencana meningkat dengan baik.

“Kapasitas biaya sebagai fondasi dan upaya penanggulangan bencana di daerah,” tambah Suharyanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini