Share

Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Ridwan Kamil: Semoga Keadilan Hadir bagi Korban

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Selasa 18 Januari 2022 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 337 2534002 herry-wirawan-dituntut-hukuman-mati-ridwan-kamil-semoga-keadilan-hadir-bagi-korban-UONQXcVRHr.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/ okezone

BANDUNG  Herry Wirawan, terdakwa pemerkosa belasan santriwati hingga hamil dan melahirkan akan menyampaikan nota pembelaan (pledoi) atas perbuatan bejat yang telah dilakukannya. Jaksa menuntut Herry dengan ancaman hukuman mati.

(Baca juga: Menteri Jokowi Harap Vonis Herry Wirawan Tak Jauh Beda dari Tuntutan Hukuman Mati)

Selain menyampaikan pembelaan secara langsung, pledoi akan disampaikan secara tertulis oleh pengacaranya dalam persidangan yang bakal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis, 20 Januari 2022.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun menyampaikan harapannya. Melalui akun Twitternya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap, Herry mendapatkan hukuman setimpal, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

(Baca juga: Alasan Mencengangkan Jaksa Tuntut Hukuman Mati dan Kebiri Terhadap Herry Wirawan)

"Semoga akhirnya keadilan hadir bagi para korban kejahatan luar biasa ini dan menjadi pelajaran bagi mereka yang melakukan kejahatan serupa. Amin," tulis Kang Emil seperti dilihat, Selasa (18/1/2022).

Ungkapan serupa sebelumnya disampaikan istri Ridwan Kamil yang juga Bunda Forum Anak Daerah, Atalia Praratya Ridwan Kamil. Menurutnya, tuntutan hukuman mati kepada Herry sudah sesuai keinginan publik.

Atalia menilai, sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri (Kajati) Jabar, Asep Nana Mulyana telah tepat memberikan tuntutan itu. Dia juga menganggap bahwa tuntutan itu sangat maksimal Herry.

"Tuntutan ini (mati) sudah mewakili kegeraman publik dan telah menjawab keinginan publik. Kami juga mengapresiasi kepada kejaksaan yang telah menyiapkan tuntutan hukuman yang berat dan adil," katanya.

Dikatakan Atalia, tuntutan hukuman mati terhadap Herry dapat menjadi contoh bahwa tindak asusila terhadap anak harus diberikan hukuman yang maksimal, agar menimbulkan efek jera.

"Berharap penegak hukum lain juga menangani kasus serupa dengan cara yang sama dan tuntutan seperti ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ira Mambo, pengacara Herry Wirawan mengatakan bahwa penyampaian pledoi merupakan hak kliennya. Herry, kata dia, juga diberikan hak untuk membela diri menggunakan kata-kata pribadinya.

"Pembelaan akan kami sampaikan secara tertulis di muka persidangan, pada terdakwa pun diberikan kesempatan pembelaan dengan kata-kata pribadinya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini