Share

Profil Yonif Raider 303 Tempat Pasukan Elite TNI Pratu Sahdi Bertugas, Tumpas PKI hingga Operasi di Kamboja

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 18 Januari 2022 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 337 2533851 profil-yonif-raider-303-tempat-pasukan-elite-tni-pratu-sahdi-bertugas-tumpas-pki-hingga-operasi-di-kamboja-KJi6jQYMYc.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Anggota Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati, Pratu Sahdi (22) tewas akibat dikeroyok sejumlah preman di kawasan Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu, 16 Januari 2022.

(Baca juga: Pasukan Elite TNI Pratu Sahdi Tewas Dikeroyok Preman, Mengingat Kembali Janji Serda Ucok Berantas Bromocorah)

Pasukan elite TNI AD ini menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara. Polisi saat ini masih mengejar pelaku pengeroyokan Pratu Sahdi dan menangkap tiga pelaku pengeroyokan.

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa meminta adanya keadilan dalam kasus pengeroyokan terhadap salah satu prajurit TNI AD di Penjaringan, Jakarta Utara. Pratu Sahdi tewas dikeroyok sejumlah orang.

(Baca juga: Anggota TNI AD Pratu Sahdi yang Tewas Dikeroyok Ternyata Pasukan Elite)

"Intinya kami juga ingin ada keadilan karena mereka melakukan tindak pidana yang menyebabkan anggota TNI AD dan secara umum menyebabkan orang lain tewas," kata Andika di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Jenderal bintang empat yang malang melintang di Korps Baret Merah Kopassus ini mengungkapkan, dirinya berjanji mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Saat ini, pihak Polisi Militer (POM) juga telah berkoordinasi dengan kepolisian.

"Kita akan kawal. Jadi untuk tim penyidik TNI sudah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara dan kami terus memonitor," tegasnya.

 ist

Sekadar diketahui, Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati tempat tugas Pratu Sahdi bermarkas di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bersama dengan Yonif 321/Raider, Majalengka dan Yonif 323/Raider, Ciamis berada di bawah kendali komando Brigade Infanteri 13/Galuh, Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Dilansir dari beragam sumber, sejarah terbentuknya Yonif 303 yang memiliki lambing tengkorak putih , bermula dari proklamasi yang dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Saat itu, di kota Yogyakarta para pemuda dari segala aliran dan lapisan dengan semangat Proklamsi berhasil membentuk badan-badan perjuangan bersenjata yang diberi nama Batalyon Markas Tertinggi (BMT) yang langsung di bawah Komandan Batalyon Mayor Inf Sudarto dengan kekuatan 2 Kompi Senapan dan 1 Kompi Markas.

Selanjutnya, Batalyon MBT ini pada tahun 1948 menjelma menjadi Batalyon IV/KRU Z Brigade 14/Siliwangi di bawah pimpinan Kapten Inf Nasuhi. Perlu diketahui bahwa Batalyon BMT ini sebelum menjelma menjadi Yon IV/KRU Z Brigade 14/Siliwangi telah berhasil merampas senjata LE dari tangan penyelundup di pantai Tegal, jumlah senjata yang dirampas cukup mempersenjatai 1 Resimen hingga tahun 1945 batalyon ini lengkap dengan kekuatan 4 Kompi senapan dan 1 Kompi Staf.

Sebelum terbentuknya Yonif 303/Setya Perlaya pada periode fisik antara tanggal 17 Agustus 1945 sampai dengan 3 Desember 1948 sebagai inti daripada kekuatan ini mula-mula adalah Mobile Batalyon - A/MBT yang berkedudukan di Bintaran Yogyakarta, yang statusnya langsung di bawah perintah Panglima Besar Soedirman.

Pada awal Agustus 1948, kesatuan ini bertugas untuk menumpas PKI di daerah Wonogiri, Baturetno, Wuryantoro dengan hasil 2 Kompi Pasukan Kalong (PKI) di bawah pimpinan Ex Mayor Sampir menyerah.

Gerakan ini kemudian dilanjutkan ke daerah Pumeng Donorejo, Melati, Ternas, Pacitan. Di daerah melati ini berhasil ditangkap gembong PKI bernama Ex Kolonel Yusup Bachri Cs dan merampas munisi, peralatan serta senjata. Kemudian gerakan dilanjutkan ke Pring Sewu, Pringgodani, Sawangan dan Tawangmangu selanjutnya kembali ke Yogyakarta.

Selain penugasan di dalam negeri. Batalyon Infanteri yang memiliki lambing tengkorak putih ini juga salah satu pasukan tempur yang telah terlibat dalam berbagai operasi tempur. Salah satunya adalah saat 390 anggota pasukan ini menjadi bagian terbesar dari Kontingen Garuda XII-D yang diberangkatkan ke Kamboja sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini