Share

BRIN Lakukan Uji Kapal Patroli Kementerian Pertahanan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 337 2533709 brin-lakukan-uji-kapal-patroli-kementerian-pertahanan-AMp9gu8G2O.jpeg Model Kapal Patroli Cepat 60 yang diuji. (Foto: BTH BRIN)

SURABAYA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah selesai melakukan pengujian Kapal Patroli Cepat 60 milik Kementerian Pertahanan yang dibangun oleh PT. Palindo Marine Shipyard Batam.

Pengujian yang berlangsung pada akhir 2021 ini merupakan bagian dari kontrak antara Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) BRIN dengan PT. Palindo Marine Shipyard Batam, yang meliputi jasa pembuatan model kapal VIP, pengujian tahan model kapal (resistance test), dan pengujuan manuver kapal (maneuvering test).

BACA JUGA: Nasib Dunia Riset di Bawah BRIN

Model kapal LHI-0275 dibuat dari material kayu untuk bagian frame dan material multiplek untuk bagian kulit sehingga membentuk bagian lambung dari kapal. Setelah bagian lambung terbentuk dan sesuai dengan gambar kerja, maka dilakukan proses laminasi dengan material fiberglass yang bertujuan agar air tidak masuk kedalam model kapal pada saat pengujian.

Pembuatan model Kapal Patroli Cepat dilakukan di fasilitas SMWS selama lebih kurang 1 bulan, mulai dari penggambaran di bagian drawing sampai dengan finishing pengecatan di SMWS, demikian diumumkan di laman resmi Balai Teknologi Hidrodinamika BPPT.

Untuk proses pengecekan dimensi gambar dan dimensi model (proses QA/QC) dilakukan secara paralel dengan pembuatan gambar dan pembuatan model. Untuk proses QA/QC dilakukan oleh Tim QA/QC Internal BTH BRIN.

BACA JUGA: Dorong Keterlibatan Swasta, BRIN Integrasikan Sejumlah Lembaga Riset

Proses pembuatan model kapal dilakukan mulai dari pembuatan bentuk lambung hingga finishing pengecatan model Kapal VIP.

Sebelum dilakukan pengujian di Towing Tank sesuai dengan prosedur standar operasi (SOP) untuk Resistance Test dilakukan leveling draft agar model kapal tidak mengalamai trim depan maupun trim belakang dengan penyesuaian peletakan ballast. Kapal Bantu Cair Minyak diuji dengan 1 variasi level draft.

Pada pengujian Resistance Test, bangunan atas (Superstructure) tidak dipasang pada model kapal, tetapi displacement model uji harus sama dengan displacement kapal asli yang di-skala-kan. Beberapa foto menunjukkan pengujian Resistance yang dilakukan di fasilitas Towing Tank.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sebelum dilakukan pengujian Maneuvering dan seakeeping di Maneuvering & Ocean Engineering Basin, sesuai dengan SOP pengujian seakeeping semua peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengujian seakeeping (motor penggerak, sensor motion tracker, dan lain sebagainya) dimasukkan ke dalam model kapal untuk ditimbang agar diketahui berapa kebutuhan tambahan ballast agar model kapal memiliki displacement yang sama dengan displacement kapal sebenarnya (full scale). Setelah berat model kapal (displacement) sesuai dengan displacement kapal sebenarnya yang di-skala-kan, maka proses pencarian jari-jari girasi di meja ayun dapat dilakukan.

Jari-jari model kapal dicari untuk mendapatkan nilai koefisien-koefisien yang diperlukan untuk meng-analisa olah gerak model kapal nilai momen xyz dan inersia xyz. Nilai-nilai tersebut didapatkan dari percobaan di meja ayun.

Setelah proses penentuan jari-jari girasi pada meja ayun selesai, maka proses pengujian untuk olah gerak model kapal (Maneuvering dan Seakeeping Test) dapat dilaksanakan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini