Share

Pratu Sahdi, Pasukan Elite TNI AD yang Tewas Dikeroyok

Tim Okezone, Okezone · Selasa 18 Januari 2022 05:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533567 pratu-sahdi-pasukan-elite-tni-ad-yang-tewas-dikeroyok-o9ypoMzBGy.jpg Ilustrasi (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pratu Sahdi, pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) tewas dikeroyok di kawasan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu 16 Januari 2022 pukul 03.00 WIB. Peristiwa bermula dari para pelaku menanyakan asal daerah.

Saat itu, sejumlah saksi melihat empat orang pelaku mengendarai dua sepeda motor dengan berboncengan. Kemudian, empat orang tersebut turun dari motor dan mendatangi sejumlah saksi untuk bertanya asal daerah para saksi.

"Bertanya 'Apakah kamu orang Kupang?' Kemudian saksi Sofyan menjawab saya bukan orang Kupang saya orang Lampung. Setelah itu pelaku bertanya ke korban Sahdi dan korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban Sahdi," ujar Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Endra Zulpan, Senin 17 Januari 2022.

Baca Juga: 3 Pelaku Pengeroyokan Pasukan Elite TNI Pratu Sahdi Ditangkap

Kemudian berlanjut mereka terlibat adu pukul. Korban Sahdi pun dikeroyok oleh kelompok orang tersebut dengan dicekik dan ditusuk dengan dua tusukan. Selanjutnya pelaku dengan kaos hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku.

Salah satunya korban Samsul yang terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaos hitam, hingga mengalami luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang.

"Sedangkan korban Soleh luka bagian jari manis sebelah kanan putus 2 ruas," ujarnya.

Baca Juga: Lerai Pengeroyokan Prajurit Elite TNI Pratu Sahdi, 2 Orang Terluka Jarinya Putus dan Dada Sobek

Sebanyak tiga pelaku pengeroyokan hingga tewas terhadap pasukan elite TNI AD Pratu Sahdi (22) ditangkap kepolisian. Penangkapan dilakukan pada Senin. "Hari ini (Senin) informasinya baru tiga yang diamankan," katanya. 

Pratu Sahdi merupakan seorang anggota Raider Kostrad dengan brevet Cakra. Untuk mendapat brevet tersebut, seorang prajurit harus mempunyai kemampuan dan kualifikasi khusus. Dan berhasil lulus dari latihan Standarisasi Kostrad.

Prajurit Kostrad memiliki kemahiran dan kemampuan dalam gerakan perorangan, memiliki kemampuan navigasi darat, bela diri dan menembak dengan nilai minimal 80 serta fisik yang prima.

Sahdi sendiri anggota Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati yang bermarkas di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bersama dengan Yonif 321/Raider, Majalengka dan Yonif 323/Raider, Ciamis berada di bawah kendali komando Brigade Infanteri 13/Galuh, Divisi Infanteri 1/Kostrad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini