Share

Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis Segera Disidang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 17 Januari 2022 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533534 satu-tersangka-korupsi-proyek-jalan-di-bengkalis-segera-disidang-HcFzTnL28T.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berkas penyidikan Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto (PES) telah rampung. Berkasnya juga sudah dilimpahkan penyidik KPK ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap penuntutan.

KPK pun bakal segera menyidangkan Petrus Edy dalam waktu dekat. Petrus Edy bakal disidang terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan lingkar pulau Bengkalis (multi years) tahun anggaran 2013 sampai 2015.

"Hari ini telah selesai dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) tersangka PES oleh tim penyidik kepada tim jaksa karena seluruh berkas penyidikan perkara dimaksud dinyatakan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (17/1/2022).

Baca Juga:  KPK Usut Arahan Rahmat Effendi Terkait Proyek yang Dikelola Pemkot Bekasi

Ali memastikan, penahanan terhadap Petrus Edy masih berlanjut untuk 20 hari ke depan. Namun, kewenangan penahanan Petrus Edy beralih ke tim jaksa terhitung mulai 17 Januari 2022 sampai 5 Februari 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1.

"Tim jaksa segera menyusun dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru," ujarnya.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan sepuluh orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi empat proyek jalan di Kabupaten Bengkalis. Kesepuluh orang itu, yakni M. Nasir (MNS) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); Tirtha Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Baca Juga: Azis Syamsuddin Mengaku Pernah Ditakut-takuti Mantan Penyidik KPK

Kemudian, delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus dan Suryadi Halim alias Tando.

Perkara ini bermula ketika tahun 2013 dilakukannya tender terhadap enam proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis dengan nilai total proyek sebesar Rp2,5 triliun. Proyek tersebut di antaranya, peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih dan proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning.

Selanjutnya, proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil; proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis; proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri; dan proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

Kesepuluh tersangka itu diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum terkait empat proyek ini. Diantaranya, terkait pengaturan tender, hasil pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan pekerjaan yang kualitasnya jauh dari yang dipersyaratkan.

Atas perbuatannya, 10 tersangka itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini