Share

Berikan Rp210 Juta ke Eks Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Ngaku Khilaf dan Minta Maaf

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 17 Januari 2022 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533514 berikan-rp210-juta-ke-eks-penyidik-kpk-azis-syamsuddin-ngaku-khilaf-dan-minta-maaf-eUfluTsnVU.jpg Azis Syamsuddin. (Dok Sindo/Sutikno)

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengakui pernah memberikan uang Rp210 juta kepada eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju. Azis mengaku khilaf dan meminta maaf karena telah memberikan uang kepada Stepanus Robin Pattuju.

Demikian diungkapkan Azis Syamsuddin saat diperiksa dalam kapasitasnya sebagai terdakwa pemberi suap terkait dugaan pengurusan perkara yang sedang ditangani KPK, hari ini. Azis didakwa telah menyuap Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus sejumlah perkara di KPK.

"Saya secara manusia mungkin saya khilaf. Saya mohon maaf dalam kesempatan ini karena saya khilaf overload," kata Azis di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Azis berdalih uang yang diberikan ke Stepanus Robin tidak ada niat apapun, termasuk mengurus perkara. Itu karena, kata Azis, Stepanus Robin tidak punya kapasitas. Ia mengklaim uang yang disebutnya sebagai pinjaman itu hanya untuk membantu Stepanus Robin.

"Saya yakin, saya memberikan itu enggak ada niat untuk si Robin melakukan sesuatu atau bertindak sesuatu, karena saya yakin Robin enggak punya kapasitas," ujarnya.

"Sama saja waktu saya bantu seluruh masyarakat, enggak harap masyarakat itu akan bantu saya di kemudian hari. Tapi, saya yakin Allah akan menunjukkan jalan suatu saat ada orang yang membantu saya," ucap Azis.

Azis berkelit tahu banyak soal Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja KPK. Bahkan, ia mengaku tahu kode etik di KPK. Oleh karena itu, Azis menganggap uang yang diberikannya kepada Stepanus Robin sekadar bantuan.

Baca Juga : Azis Syamsuddin Mengaku Pernah Ditakut-takuti Mantan Penyidik KPK

"Kan saya membantu dia atas dasar kemanusiaan. Makanya saya enggak kirim ke rekeningnya Robin, saya kirim ke atas nama keluarganya," ujar Azis.

Azis mengklaim awalnya tidak ingin meminjamkan uang kepada Stepanus Robin. Namun, kata Azis, saat itu pikiran dia sedang banyak masalah. Sehingga, dia secara tiba-tiba meminjamkan uang itu.

"Jujur saya enggak mau kirim, tapi karena rasa kemanusiaan saya dan kasihan dan dia sakit Covif-19, dan pada saat itu posisi saya saat itu sangat load Pak. Ada UU omnibus law, ada UU kejaksaan, UU TPKS, dan masih banyak," dalih Azis.

Sebagaimana diketahui, Azis Syamsuddin didakwa telah menyuap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS atau setara Rp519.706.800. Jika diakumulasikan, total suap Azis ke Stepanus Robin sekira Rp3.619.594.800 (Rp3,6 miliar).

Azis Syamsuddin didakwa sengaja menyuap Stepanus Robin melalui rekannya seorang pengacara, Maskur Husain dengan tujuan agar membantu mengurus kasus di Lampung Tengah. Di mana, kasus itu melibatkan Azis Syamsuddin dan orang kepercayaannya, Aliza Gunado.

Dalam dakwaan disebutkan sejak 8 Oktober 2019 KPK menyelidiki dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

KPK kemudian mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-45/ 01/ 02/ 2020 tanggal 17 Februari 2020. Di mana, dalam surat penyelidikan tersebut diduga ada keterlibatan Azis dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.

Azis dan Aliza kemudian berupaya agar namanya tidak diusut dalam penyelidikan perkara suap di Lampung Tengah tersebut. Azis berupaya meminta bantuan ke Stepanus Robin agar tidak dijadikan tersangka dengan memberikan sejumlah uang suap.

Atas perbuatannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini