Share

4 Tokoh Kerajaan Nusantara yang Alami Moksa, Prabu Jayabaya Salah Satunya

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 18 Januari 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533499 4-tokoh-kerajaan-nusantara-yang-alami-moksa-prabu-jayabaya-salah-satunya-z4j4lb3Hmo.jpg Prabu Jayabaya (Foto: MPI/Istimewa)

MOKSA merupakan istilah yang berasal dari bahasa sansekerta, muc, yang berarti membebaskan. Beberapa tokoh kerajaan di Nusantara melakukan moksa dan meninggalkan dunia. Hingga kini, jasad mereka tidak ditemukan.

Berikut adalah 4 tokoh kerajaan yang moksa:

1. Prabu Jayabaya

Prabu Jayabaya atau Raja Sri Jayabaya merupakan pemimpin Kerajaan Kediri yang berkuasa di tahun 1135 sampai 1159. Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaannya saat Jayabaya memegang kendali. Ia juga dikenal dengan kemampuan meramalnya yang ia tulis dan digabungkan dalam buku ‘Ramalan Jayabaya’.

Salah satu ramalan Jayabaya yang terbukti benar dan masih bisa kita lihat hingga sekarang adalah kehadiran kereta api. “Besok kalau sudah ada kereta berjalan tak berkuda, tanah Jawa berkalung besi, perahu berjalan di atas angkasa, sungai kehilangan lubuknya, pasar hilang kumandangnya, itulah tanda bahwa zaman Jayabaya semakin dekat.

Bumi makin ciut, sejengkal tanah diberi pajak, kuda makan sambal, perempuan berpakaian laki-laki, itulah pertanda, bahwa orang sampai di zaman yang terbolak-balik,” begitu isi ramalannya. Jayabaya memilih meninggalkan dunia dengan cara moksa. Lokasi moksanya yang berada di Pagu, Kabupaten Kediri kini dikenal sebagai Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Infografis Ramalan Prabu Jayabaya

Baca Juga :Madakaripura, Tempat "Pelarian" Mahapatih Gajah Mada Usai Membunuh Ratusan Prajurit Kerajaan Sunda

2. Mahapatih Gajah Mada

Tokoh besar kerajaan Majapahit, Gajah Mada, juga pergi dari dunia dengan cara moksa. Ia melakukan meditasi terakhirnya dan moksa di wilayah air terjun Madakaripura. Gajah Mada merupakan tokoh politik cerdas dan berwibawa pada masa itu. Ia menjadi panutan banyak masyarakat Majapahit karena sosoknya yang gagah dan berani.

Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora berjudul "Gajah Mada Sang Mahapatih Pemersatu Nusantara di Bawah Majapahit Tahun 1336 M – 1359 M" menyebut, Gajah Mada memilih moksa, setelah kharisma dan namanya meredup. Hal itu terjadi karena pecahnya Perang Bubat antara Majapahit dan Kerajaan Sunda. Akibat perang ini, seluruh pasukan Kerajaan Sunda gugur, termasuk sang Putri Kerajaan, Dyah Pitaloka.

3. Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi atau Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja, merupakan pemimpin Kerajaan Sunda Galuh selama 39 tahun, terhitung sejak 1482 hingga 1521. Prabu Siliwangi pernah membuat kehebohan, dengan menikahi seorang wanita muslim. Bersama sang istri, ia dikaruniai 3 orang anak. Prabu Siliwangi menjadi perlambang prularisme dalam kerajaannya.

Bahkan, ia tetap menerima ketiga semua anaknya memilih menjadi muslim. Tak pernah sedikit pun ia mempermasalahkan soal keyakinan.

Prabu Siliwangi moksa bersama para parjuritnya di sebuah tempat. Hingga kini diyakini, tempat yang dijadikan lokasi moksanya itu adalah Pura Parahyangan Agung Jagatkarta. Melansir Okezone, tempat ini juga diyakini sebagai lokasi pemujaan terhadap Prabu Siliwangi dan para leluhur. Baru kemudian, pura dibangun pada 1995.

4. Prabu Brawijaya V

Raja terakhir Kerajaan Majapahit, Prabu Brawijaya V atau Girindrawardhana Dyah Ranawijaya yang memimpin pada 1474 hingga 1498, diyakini moksa di Gunung Lawu.

Meskipun belum bisa dipastikan, namun banyak masyarakat percaya bahwa Gunung Lawu adalah lokasi persembunyian Prabu Brawijaya V yang menghindar dari serbuan Kerajaan Demak. Adapula versi yang mengatakan bahwa ia meninggal dunia dan jasadnya dimakamkan di Astana Sastrawulan, Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini