Share

Menteri Yasonna Bilang Pembatasan Wisatawan Tergantung Penyebaran Covid-19

Antara, · Senin 17 Januari 2022 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533487 menteri-yasonna-bilang-pembatasan-wisatawan-tergantung-penyebaran-covid-19-G7SmdOe71V.jpg Menkum HAM Yasonna Laoly (Foto: Kemenkumham)

JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan kebijakan pembatasan kunjungan wisatawan ke Indonesia tergantung dari tingkat penyebaran Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Yasonna menanggapi permintaan para pelaku industri pariwisata yang menginginkan pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan kedatangan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata, khususnya jelang perhelatan G20 pada 2022.

“Kami sepakat akan menyukseskan perhelatan G20, namun kami berharap ada ruang, titik buat kami untuk bisa bernapas, supaya kami bisa memberikan spirit buat teman-teman dan kami siap melakukan sharing responsibilities untuk menjaga bagaimana Bali ini aman dan pantas dikunjungi ke depannya," kata Menkumham Yasonna H Laoly melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (17/1/2022).

"Saat kita mulai melonggarkan, varian Delta masuk. Lalu saat sudah mulai tertangani dan kita ingin melonggarkan kebijakan masuk ke Indonesia, tiba-tiba muncul Omicron yang membuat kita harus tarik rem terus," sambungnya.

Baca Juga : Ini Fokus Menkumham pada 2022: Ada 4 Program Utama dan 3 Prioritas Nasional

Pemerintah, kata Yasonna, juga menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron pada Februari atau Maret 2022.

Karena itu, pembatasan kunjungan wisatawan mancanegara tergantung pada laju penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

“Keinginan kita semua pasti membuka longgar, supaya ekonomi bergulir. Kita berharap peak yang diprediksi itu tidak menjadi kenyataan, kalau pun jadi kenyataan tidak seperti yang kita khawatirkan,” ungkap Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Menurutnya, semua pihak, terutama masyarakat harus terus berjuang untuk menangani kondisi saat ini. Namun, yang pasti Presiden menaruh perhatian atau fokus bagaimana agar pandemi segera berakhir dan ekonomi tumbuh kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini