Share

Lerai Pengeroyokan Prajurit Elite TNI Pratu Sahdi, 2 Orang Terluka Jarinya Putus dan Dada Sobek

Erfan Maaruf, iNews · Senin 17 Januari 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533471 lerai-pengeroyokan-pratu-sahdi-2-orang-terluka-jarinya-putus-dan-dada-sobek-DNsTFGo4i6.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan (Foto: Antara)

JAKARTA - Dua orang turut menjadi korban saat mencoba melerai pengeroyokan terhadap seorang prajurit elite TNI Angkatan Darat (AD), Pratu Sahdi (22). Mereka mengalami luka, jari manisnya putus dan dadanya sobek.

Dalam peristiwa itu, Sahdi dikeroyok sejumlah orang. Hingga akhirnya tewas setelah mendapatkan dua tusukan. 

Baca Juga: Anggota TNI AD Pratu Sahdi yang Tewas Dikeroyok Ternyata Pasukan Elite

Sejumlah pelaku juga mengamuk dengan membabi buta hingga membuat orang yang hendak melerai mereka. 

"Korban Samsul akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaos hitam, mengakibatkan korban Samsul luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang. Sedangkan korban Soleh luka bagian jari manis selah kanan putus 2 ruas," kata ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam keterangan tertulis, Senin (17/1/2022).

Baca Juga:  Anggota TNI AD Pratu Sahdi yang Tewas Dikeroyok Ternyata Pasukan Elite

Sebelumnya, sejumlah orang pelaku mengeroyok korban dengan mencekik dan melakukan dua kali tusukan pada korban. Seorang pelaku berkaos hitam mencekik leher korban Sahdi sambil memegang tangan kemudian seorang pelaku menusuk.

"Kemudian, salah satu pelaku berkaos biru menusuk korban Sahdi menggunakan senjata tajam sebanyak 2 kali hingga korban jatuh tersungkur," ujarnya.

Peristiwa pengeroyokan anggota TNI hingga tewas terjadi pada Minggu 16 Januari 2022 pukul 03.06 WIB di Jalan Inspeksi Waduk Pluit Penjaringan, Jakarta Utara.

Peristiwa berawal saat sejumlah saksi melihat empat orang pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor dengan berboncengan. Kemudian, empat orang tersebut turun dari motor dan mendatangi sejumlah saksi untuk bertanya asal daerah para saksi.

"Bertanya 'apakah kamu orang Kupang?' Kemudian saksi Sofyan menjawab saya bukan orang Kupang saya orang Lampung. Setelah itu pelaku bertanya ke korban Sahdi dan korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban Sahdi," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini