Share

Menag Belum Bisa Pastikan soal Keberangkatan Haji 2022

Widya Michella, MNC Media · Senin 17 Januari 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 337 2533359 menag-belum-bisa-pastikan-soal-keberangkatan-haji-2022-fhPWx6LLCY.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Tangkapan layar/Widya Michella)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan belum dapat memastikan keberangkatan haji 1443H/2022M dan juga kuota haji hingga hari ini, Senin (17/1/2022).

Sebab, kepastian ada atau tidaknya penyelenggaraan haji pada tahun ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya menjadi kewenangan dari pemerintah Arab Saudi.

"Namun, kami terus berkoordinasi dan sampai saat ini kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1433H/2022M belum dapat diperoleh sebagaimana yang telah disampaikan pada rapat kerja sebelumnya," ucap Menag dalam Rapat kerja bersama komisi VIII DPR RI, yang disiarkan secara daring, Senin (17/1/2022).

Baca Juga:  Wamenag Beberkan 3 Skenario Haji untuk Tahun 2022

Menag pun menekankan bahwa kepastian ini juga dirasakan oleh negara-negara tetangga yang ingin memberangkatkan jamaah haji pada 2022. Walaupun begitu, pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian haji Arab Saudi hingga saat ini.

"Belum adanya pembicaraan ini bukan hanya kepada Indonesia tetapi juga kepada negara-negara lain yang menyelenggarakan misi haji," ujar dia.

"Karena sebagaimana kita tahu pembukaan haji itu diberlakukan secara menyeluruh atau seluruh negara. Jadi, sangat terkait dengan kebijakan Saudi terhadap negara-negara lain juga," ujarnya.

Baca Juga:  Wamenag Sebut Arab Saudi Belum Bicara soal Kuota Haji

Menag Yaqut mengaku sanggup untuk melakukan hubungan diplomasi antar negara terkait, tanpa harus turunnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Saudi.

"Jadi selama kita masih bisa saya kira belum perlulah presiden karena apa yang dilakukan Saudi dan apa yang kita lakukan ini sebenarnya sudah berkomunikasi terus-menerus baik secara korespondensi melalui surat-menyurat maupun komunikasi melalui telepon dan WhatsApp ke otoritas di Saudi jadi kita tunggu saja prosesnya sambil terus berdoa," ujar dia

Menag menduga ketidakpastian tersebut tidak lain karena Arab Saudi belum mempunyai skema penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi. Khususnya terkait maraknya penyebaran varian omicron di seluruh dunia.

"Kalau diminta memastikan tidak ada yang bisa memastikan sampai sekarang. Bahkan saya yakin pemerintah Saudi pun belum memiliki skema memastikan atau tidak karena pasti banyak yang harus dievaluasi apalagi kita tahu omicron ini semakin banyak kasusnya," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini